Berita

Paguyuban Pasundan

Nusantara

Paguyuban Pasundan Dorong Pemuda Jabar Berperan di Parpol

SELASA, 17 DESEMBER 2013 | 15:42 WIB | LAPORAN:

Paguyuban Pasundan mendorong para toko pemuda, aktivis dan profesional muda Jawa barat atau Sunda ke depan berperan aktif di partai politik. Hal itu dilakukan untuk mencari bibit unggul serta pengkaderan tokoh muda Sunda untuk menjadi tokoh nasional.

Hal ini disikapi karena, setiap menjelang pemilihan presiden, tokoh dari Sunda selalu tidak pernah muncul. Karena keterlibatannya di partai politik tidak ada bahkan tidak terdengar.

"Menyikapi wacana capres 2014 sekarang ini, bukan tidak ada harapan orang Sunda untuk menjadi orang kedua di 2014 mendatang. Tapi tampaknya peluang itu semakin berat dengan perkembangan seperti itu, dimana orang Sunda harus sadar, bahwa orang Sunda tidak banyak menduduki kursi di parpol. Dengan berbakti di parpol itulah  harus jadi modal apabila ingin berbakti kepada bangsa dan negara selanjutnya," ujar Ketua Umum Paguyuban Pasundan, Didi Turmudzi di ruang kerjanya, selasa (17/12).


Didi melihat, bila tidak didorong untuk masuk parpo sejak sekarang. Maka peran serta pemikiran dari para tokoh Sunda akan tidak tersalurkan untuk ikut andil membangun bangsa ini.

"Apabila tidak melalui parpol, itu akan semakin berat, bukan berarti tertutup, kecuali kalau pada posisi menteri saja, orang-orang Sunda banyak yang profesional di berbagai bidang. Namun untuk capres atau wapres, kita butuh lima tahun lagi, yakni 2019 mendatang," papar Didi.

Ke depan Ia menyarankan agar para aktifis dan mahasiswa, agar menyalurkan diri ke parpol, agar bisa mengabdi kepada bangsa, dan membawa nama Pasundan di kancah nasional.

"Jika dipersiapkan demikian, dalam jangka waktu tertentu, akan terlihat kader-kader yang akan muncul, lalu menyiapkan secara sistem bila kader tersebut dianggap layak menjadi pemimpin nasional," paparnya.

Kepercayaan sunda di kancah nasional sangat besar, hanya saja pengkaderannya belum terarah.

"Untuk capres atau cawapres secara riil belum muncul, baru sebagai wacana. Kami sadar tidak adanya sistem pengkaderan yang fokus, kita juga tidak harus kecewa, karena memang kita tidak optimal terjun ke dunia politik. Namun tetap akan konsisten ke depannya," terang mantan Rektor Universitas Pasundan ini

Diakhir tahun 2013 ini pun, Paguyuban Pasundan akan melakukan refleksi perjalanan politik bangsa Indonesia. Yang rencananya akan digelar tanggal 28 desember mendatang.

"Kita akan gelar refleksi akhir tahun, termasuk menegaskan sikap politik sunda, dengan tema 'Nyoreang Ka Tukang, Nyawang Ka Hareup'. Dimana sejumlah tokoh asal Sunda akan hadir, baik dari kalangan sipil, militer, polri, profesional serta akademisi dan politisi," pungkasnya. [rus]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

UPDATE

Konsep Pasar Modern Tak Harus Identik Bangunan Mewah

Selasa, 07 April 2026 | 04:15

Jangan cuma Israel, Preman Kampung di Purwakarta Juga Wajib Dikutuk

Selasa, 07 April 2026 | 04:04

Tukang Ojek Ditembak Penumpang, Motor Dibawa Kabur

Selasa, 07 April 2026 | 03:38

Subsidi BBM Bocor Rp7 Triliun Gegara Kemacetan Jakarta

Selasa, 07 April 2026 | 03:15

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Penumpang Dievakuasi 10 Bus

Selasa, 07 April 2026 | 03:00

Fahira Sodorkan Lima Strategi Pasar Tradisional Jadi Fondasi Jakarta Kota Global

Selasa, 07 April 2026 | 02:25

Waspada Politik Gunting dalam Lipatan di Lingkaran Istana

Selasa, 07 April 2026 | 02:11

Muslim Iran, Berjuanglah untuk Islam

Selasa, 07 April 2026 | 02:07

Viral Mobil Dinas di Kawasan Puncak, Pemprov DKI Minta Maaf

Selasa, 07 April 2026 | 01:36

Seruan Pemakzulan Prabowo Muncul dari Ketakutan Operasi Besar Berantas Korupsi

Selasa, 07 April 2026 | 01:12

Selengkapnya