Berita

Hanung Bramantyo dan Ram Punjabi akan Diterpa Demonstrasi

SENIN, 16 DESEMBER 2013 | 23:48 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Penanyangan film Soekarno di beberapa bioskop tanah air sangat disayangkan karena Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat sudah memerintahkan penghentian penayangan film tersebut. Menyikapi itu, warga yang tergabung dalam Masyarakat Peduli Bung Karno berencana menggelar aksi menuntut PT Tripar Multivision Plus selaku produser film. Mereka menuntut rumah produksi milik Ram Pujabi itu menghentikan peredaran film sebagaimana diperintahkan pengadilan.

"Aksi akan dilakukan di Gedung PT Tripar Multivision Plus, Kuningan, besok pagi," terang Faren selaku koordinator lapangan aksi, dalam pesan elektroniknya.

Dalam keputusannya, Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat mengeluarkan penetapan sementara yang meminta agar PT Tripar Multivision yang diwakili produser Ram Punjabi dan sutradara Hanung Bramantyo  menghentikan peredaran film Soekarno. Dalam putusan perkara nomor 93/Pdt.sus/Hak Cipta/2013/PN.Niaga. Jkt.Pst itu, Ram Punjabi dan Hanung juga diperintahkan menyerahkan master film naskah atau skrip pembuatan film Soekarno kepada Rachmawati Seokarnoputri sebagai penggugat.


"PT Tripar Multivision Plus kebal hukum, tidak melaksanakan perintah pengadilan," kata Faren.

Rachma adalah pencipta naskah film Soekarno, yang diangkat dari pergelaran operas yang disutradarai Rachma pada 2011 dan 2012 di Taman Ismail Marzuki. Suatu saat Hanung dan Rachma bertemu di Universitas Bung Karno untuk menampilkan Soekano dalam layar lebar. Di tengah jalan, hubungan kerja berjalan tidak baik.

Rachma memilih mundur dan meminta Hanung untuk tidak melanjutkan pembuatan film. Namun film terus diproduksi hingga pekan lalu mulai ditayangkan. Rachma pun menggunakan Pasal 56 UU No 19/2002 tentang Hak Cipta sebagai dasar hukum dalam gugatannya, Hanung dan Raam Pujabi dinilai telah melanggar hak cipta Rachma.

Hal lain yang akan disorot dalam aksi yang akan diikuti ratusan orang dari Masyarakat Peduli Bung Karno adalah terkait konten film. Banyak sekuel film yang tidak mencerminkan fakta. Bukan hanya penggambaran mengenai sosok Soekarno, tapi juga perjalanan Soekarno dan founding fathers lainnya dalam proses kemerdekaan RI. Kemerdekaan RI, misalnya, digambarkan Hanung dalam film sebagai hadiah atau pemberian dari Jepang.

"Film Soekarno Karya Hanung Bramantyo upaya desoekarnoisasi," demikian Faren.[dem]

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

324 Hunian Layak untuk Warga Bantaran Rel Senen Rampung Juni 2026

Senin, 06 April 2026 | 18:15

Kasus Amsal Sitepu Harus jadi Refleksi Penegakan Hukum

Senin, 06 April 2026 | 17:59

WFH Jumat Tak Boleh Ganggu Produktivitas

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Putri Zulhas Ngaku Belum Tahu Gugatan Pengosongan Rumah

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Petinggi Tiga Travel Haji Dicecar KPK soal Perolehan Keuangan Tidak Sah

Senin, 06 April 2026 | 17:37

Konversi LPG ke Jargas

Senin, 06 April 2026 | 17:25

Prabowo Naikkan Target Bedah Rumah Tahun Ini Jadi 400 Ribu Unit

Senin, 06 April 2026 | 17:21

Impor Sparepart Pesawat dapat Insentif Bea Masuk Nol Persen

Senin, 06 April 2026 | 17:12

Sahroni Cabut Laporan Terhadap Influencer Indira dan Rena

Senin, 06 April 2026 | 16:59

PB Orado: Turnamen Domino Jatim Fondasi Menuju Kejurnas

Senin, 06 April 2026 | 16:55

Selengkapnya