Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar diminta lebih fokus mengurus persoalan buruh dan Tenaka Kerja Indonesia (TKI) daripada menaikkan citra dengan mengajak Wiranto debat.
"Saya sarankan kepada Pak Muhaimin, lebih baik fokus dulu untuk memperbaiki nasib buruh dan TKI di luar negeri yang lagi banyak masalah. Itu jauh lebih bermanfaat daripada sibuk mencari panggung untuk sekadar menaikkan citra dia menjelang pemilu 2014," ujar Wakil Sekjen Bidang Hukum dan HAM DPP Hanura Kristiawanto melalui siaran persnya (Selasa, 16/12).
Pernyataan Kris itu sekaligus menanggapi keinginan Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar yang meminta Ketua Umum DPP Hanura WIranto berdebat soal capres dengan Rhoma Irama. Menurut Kris, sampai saat ini masih banyak pekerjaan rumah yang belum mampu diselesaikan oleh Muhaimin sebagai Menakertrans dalam kabinet SBY. Kris mencontohkan, buruh-buruh di seluruh Indonesia saat ini masih menuntut upah yang layak serta perubahan nasib.
"Saat para buruh sedang demo menuntut upah yang layak, ini menteri yang seharusnya berdiri di belakang buruh untuk membantu memperjuangkan nasib para buruh malah sibuk pencitraan sendiri," ungkapnya.
Krist juga mengaku prihatin dengan banyaknya TKI di luar negeri yang saat ini bermasalah dan belum mendapatkan perlindungan serta bantuan dari negara. Dia juga meningingatkan masih banyak TKI di luar negeri yang terancam hukuman mati dan tidak mendapatkan bantuan hukum dari pemerintah Indonesia.
"Saya ingatkan kembali kepada Pak Muhaimin, itu TKI di luar negeri yang sedang dalam proses persidangan menunggu hukuman, apakah sudah mendapatkan bantuan hukum sebagai kewajiban negara kepada warganya?" ujar dia.
Sementara itu, terkait dengan masih banyaknya pengangguran di Indonesia, Kris juga menyatakan bahwa itu menjadi tanggung jawab Menakertrans untuk segera mencari solusi agar rakyat, terutama para pencari kerja tidak menjadi resah. Jika masalah ini tidak diselesaikan dengan cepat, maka akan menambah masalah dan menjadi beban negara.
"Kalau Pak Muhaimin memang ingin menaikkan citra ya itu sah-sah saja. Tapi menurut saya, biar tidak punya beban dan tanggungjawab kepada rakyat Indonesia, lebih baik pak Muhaimin mundur dulu ebagai Menakertrans. Itu menurut saya lebih elegan, daripada sekedar main-main untuk pencitraan," pungkas Kristiawanto.
[dem]