Guna menciptakan Pemilu yang jujur dan adil, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) DKI bersama Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Jakarta akan melibatkan satu juta relawan untuk mengawasi jalannya proses pemilihan umum 2014 mendatang.‬
Ketua KNPI DKI Jakarta, Dody Rahmadi Amar mengatakan, rekrutmen sejuta relawan dilakukan untuk mengawasi pemilihan presiden dan legislatif yang jujur dan adil. Hal itu telah menjadi komitmen KNPI DKI.‬
"Apalagi, sebuah bangsa yang berhasil adalah bangsa yang dipimpin oleh sosok pemimpin yang dikehendaki rakyatnya, dan melalui proses yang benar," kata Dody usai menandatangani MoU di Universitas Negeri Jakarta (Senin, 16/12).‬
Sejuta relawan itu nantinya terdiri dari kalangan pelajar maupun mahasiswa yang telah memiliki hak suara. Menurut dia, setiap warga negara berhak ikut serta melakukan kontrol melalui mekanisme pengawasan pemilu yang sudah diatur dalam undang-undang.‬
"Yang terpenting dengan melibatkan sejuta relawan dalam pengawasan pemilu, diharapkan mampu meminimalisir angka golput dalam Pemilu 2014 mendatang," ujarnya.‬
‪Sementara, Ketua Bawaslu DKI Mimah Susanti mengungkapkan, rekrutmen sejuta relawan akan bertugas untuk mengawasi jalannya pemilu 2014, mulai dari proses pemungutan suara hingga perhitungan suara.‬
‪Dengan dilibatkannya sajuta relawan, ia berharap semoga dapat menjadi motor penggerak bagi pengawasan pilpres dan pileg di Jakarta‬.
[dem]