Berita

Politik

Ani Yudhoyono Urus Kabinet Berita Rekayasa

MINGGU, 15 DESEMBER 2013 | 21:33 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Penasihat Presiden SBY, TB Silalahi, membantah Ibu Negara Ani Yudhoyono mengatur kebijakan pemerintah termasuk urusan kabinet seperti diberitakan media Australia.
 
"Tidak benar, (pemberitaan itu) rekayasa," kata TB Silalahi saat live by phone di Metro TV (Minggu, 15/12).

The Australian memberitakan bahwa intelijen Australia menyadap telepon Ibu Negara, Kristiani Herawati alias Ani Yudhoyono pada 2009 silam atau ketika SBY hendak memasuki periode kedua masa kepresidenannya. Keputusan intelijen  Australia, Defence Signal Directorate (DSD) untuk menyadap Ani karena didasari pada posisinya sebagai orang yang paling berpengaruh terhadap SBY dan dianggap tengah menyiapkan kursi kekuasaan untuk putra sulungnya, Agus Harimurti Yudhoyono.


Dalam pemberitaannya, The Australian juga menampilkan data Wikileaks. Dalam data yang dibuat pada 2007 itu disebutkan, intelijen Australia mengorek informasi dari penasihat presiden SBY, TB Silalahi. Dalam laporan intelijen Australia dengan subjek A Cabinet of One- Indnesia's First Lady Expands Her Influence dituliskan, TB Silalahi bercerita bahwa staf presiden merasa terpinggirkan dengan pengaruh Ibu Ani itu.

TB Silalahi mengatakan berita tersebut rekayasa karena wartawan Australia pernah mengakui tidak mempunyai data ataupun copy dari sumber asli Wikileaks yang dimaksud. Kejanggalan lainnya, kenapa baru menyadap Ani Yudhoyono tahun 2009, dua tahun setelah informasi intelijen masuk.

"Dari sini saja logikanya sudah tidak benar. Saya kira itu pengalihan isu," terangnya.[dem]

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

324 Hunian Layak untuk Warga Bantaran Rel Senen Rampung Juni 2026

Senin, 06 April 2026 | 18:15

Kasus Amsal Sitepu Harus jadi Refleksi Penegakan Hukum

Senin, 06 April 2026 | 17:59

WFH Jumat Tak Boleh Ganggu Produktivitas

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Putri Zulhas Ngaku Belum Tahu Gugatan Pengosongan Rumah

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Petinggi Tiga Travel Haji Dicecar KPK soal Perolehan Keuangan Tidak Sah

Senin, 06 April 2026 | 17:37

Konversi LPG ke Jargas

Senin, 06 April 2026 | 17:25

Prabowo Naikkan Target Bedah Rumah Tahun Ini Jadi 400 Ribu Unit

Senin, 06 April 2026 | 17:21

Impor Sparepart Pesawat dapat Insentif Bea Masuk Nol Persen

Senin, 06 April 2026 | 17:12

Sahroni Cabut Laporan Terhadap Influencer Indira dan Rena

Senin, 06 April 2026 | 16:59

PB Orado: Turnamen Domino Jatim Fondasi Menuju Kejurnas

Senin, 06 April 2026 | 16:55

Selengkapnya