Berita

ilustrasi/net

Dunia

Konflik Suriah Ancam Situs Bersejarah

SABTU, 14 DESEMBER 2013 | 13:43 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Konflik bersenjata yang terjadi di Suriah selama 2,5 tahun sejak 2011 lalu rupanya tidak hanya menyisakan permasalahan pengungsi, senjata kimia, dan rekonsiliasi damai, tapi juga turut menimbulkan adanya ancaman pada situs-situs bersejarah di Suriah. Sebagian situs dan artefak bersejarah tersebut telah berhasil diambil secara ilegal oleh pihak tak bertanggung jawab.  

Direktur Jenderal Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan PBB atau United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO), Irina Bokova memperingatkan bahwa pasca konflik, ancaman penggalian arkeologi, warisan budaya, dan situs bersejarah secara ilegal di Suriah masih ada. Karena itu, UNESCO mengimbau semua rumah lelang dan museum di dunia agar berhati-hati dalam menerima barang antik dan artefak kuno.

"Bahaya terbesar ada di sana, selain dari kehancuran yang telah kita lihat dari situs warisan dunia adalah penggalian arkeologi gelap. Ini adalah sesuatu yang tidak terlalu diperhatikan masyarakat internasional," kata Bokova ketika berbicara dalam acara tentang perlindungan jurnalis yang juga membahas masalah Suriah di markas besar PBB di New York pada Jumat (13/12) seperti dikutip Russia Today (Sabtu, 14/12).


Lebih lanjut, Irina Bokova menyebut bahwa UNESCO telah mengangkat isu penggalian ilegal situs warisan budaya di Suriah pada mediator perdamaian PBB untuk Suriah, Lakhdar Brahimi dan Ketua Liga Arab Nabil Elaraby.

"Kami menunjukkan peta situs-situs terlarang dan tempat terjadinya penggalian (ilegal). Ini adalah kekhawatiran terbesar kami saat ini, kita tidak tahu apa yang terjadi di sana, perdagangan dan ekspor gelap artefak kuno," jelasnya.

Namun Bokova tidak menyebutkan lebih lanjut di mana penggalian ilegal telah terjadi. Ia juga tidak menyebut siapa pihak yang telah melakukan penggalian ilegal tersebut.

"Siapa saja bisa melakukannya," katanya.

Pada bulan September 2013, UNESCO telah merilis daftar merah mengenai jenis artefak Suriah yang harus diperhatikan oleh para kolektor dan museum, karena diambil secara ilegal. Diantara daftar merah tersebut terdapat patung, batu prasasti, dan koin. Ia menyebut bahwa sebagian dari jenis artefal yang berada dalam daftar merah tersebut telah ditemukan berada di Yordania. [ian]

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Eggi Sudjana Kerjain Balik Jokowi

Selasa, 20 Januari 2026 | 15:27

UPDATE

KDM Didukung DPRD Hentikan Alih Fungsi Lahan di Gunung Ciremai

Kamis, 22 Januari 2026 | 03:49

DPD Soroti Potensi Tumpang Tindih Regulasi Koperasi di Daerah

Kamis, 22 Januari 2026 | 03:25

Monumen Panser Saladin Simbol Nasionalisme Masyarakat Cijulang

Kamis, 22 Januari 2026 | 02:59

DPRD Kota Bogor Dorong Kontribusi Optimal BUMD terhadap PAD

Kamis, 22 Januari 2026 | 02:45

Alasan Noe Letto Jadi Tenaga Ahli Pertahanan Nasional

Kamis, 22 Januari 2026 | 02:22

Peran Pelindo terhadap Tekanan Dolar AS

Kamis, 22 Januari 2026 | 01:59

Retribusi Sampah di Tagihan Air Berpotensi Bebani Masyarakat

Kamis, 22 Januari 2026 | 01:47

DPRD Kota Bogor Evaluasi Anggaran Pendidikan dan Pelaksanaan SPMB

Kamis, 22 Januari 2026 | 01:20

Noe Letto Tegaskan Tidak di Bawah Bahlil dan Gibran: Nggak Urusan!

Kamis, 22 Januari 2026 | 00:59

Jabar di Bawah Gubernur Konten Juara PHK

Kamis, 22 Januari 2026 | 00:59

Selengkapnya