Berita

Dunia

Uni Eropa Gagal Bantu Pengungsi Suriah

JUMAT, 13 DESEMBER 2013 | 17:51 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI


Negara-negara Uni Eropa (EU) dinilai telah gagal dalam membantu pengungsi Suriah. Hal tersebut tercantum dalam laporan yang baru dirilis oleh Amnesti Internasional pada Jumat (13/12) pada situs resminya, amnesty.org.

Dalam laporan berjudul “An international failure: The Syirian refugee crisis” setebal 18 halaman tersebut, negara-negara EU disebut hanya menyediakan 12 ribu tempat bagi pengungsi Suriah, dari sekitar 30 ribu tempat yang dibutuhkan.

"UE telah gagal total dalam memainkan perannya untuk menyediakan tempat yang aman bagi para pengungsi yang telah kehilangan segalanya, kecuali hidupnya," kata Sekretaris Jenderal Amnesti Internasional, Salil Shetty, seperti dikutip Al Jazeera.

"UE telah gagal total dalam memainkan perannya untuk menyediakan tempat yang aman bagi para pengungsi yang telah kehilangan segalanya, kecuali hidupnya," kata Sekretaris Jenderal Amnesti Internasional, Salil Shetty, seperti dikutip Al Jazeera.

Laporan tersebut juga melansir data bahwa 120 ribu tempat pengusngsian tersebut hanya disediakan oleh 10 negara anggota EU, diantaranya adalah Jerman yang menyediakan 10 ribu tempat, Prancis yang menyediakan 500 tempat, dan Spanyol yang menyediakan 30 tempat. Sementara delapanbelas negara anggota lainnya, termasuk Inggris dan Italia telah menyatakan tidak akan menerima pengungsi Suriah.

Lebih lanjut Shetty menyebut bahwa Yunani dan Bulgaria telah memberikan perlakuan buruk terhadap para pengungsi.

"Di dua pintu gerbang utama menuju Uni Eropa, Bulgaria dan Yunani, pengungsi Suriah mendapatkan perlakuan menyedihkan, termasuk operasi menekan balik para pengungsi yang mengancam jiwa di sepanjang pantai Yunani dan adanya penahanan selama berminggu-minggu dalam kondisi mengenaskan di Bulgaria," jelasnya.

Di Bulgaria, Amnesti menemukan adanya pengungsi yang hidup dalam kondisi kumuh di bangunan yang tidak layak dan jug di tenda-tenda.

"Ini menyedihkan bahwa banyak dari mereka yang yang telah mempertaruhkan kehidupannya untuk sampai ke sini, (mereka) dipaksa kembali atau ditahan dalam kondisi yang kotor dengan makanan, air, dan perawatan medis yang tidak cukup," jelasnya.

Laporan tersebut juga melansir data bahwa pengungsi Suriah yang berhasil memasuki wilayah Eropa adalah sebanyak 55 ribu jiwa. Sejak pecahkan konflik bersenjata di Suriah Maret 2011 hingga Agustus 2013 lalu, diperkirakan sebanyak 2.3 juta orang telah melarikan diri ke negara lain. 97 persen diantaranya melarikan diri ke negara-negara tetangga, yakni Libanon, Yordania, Turki, Irak, dan Mesir. Sementara sisianya melarikan diri ke negara lain, termasuk ke benua Eropa. [dem]

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Eggi Sudjana Kerjain Balik Jokowi

Selasa, 20 Januari 2026 | 15:27

UPDATE

KDM Didukung DPRD Hentikan Alih Fungsi Lahan di Gunung Ciremai

Kamis, 22 Januari 2026 | 03:49

DPD Soroti Potensi Tumpang Tindih Regulasi Koperasi di Daerah

Kamis, 22 Januari 2026 | 03:25

Monumen Panser Saladin Simbol Nasionalisme Masyarakat Cijulang

Kamis, 22 Januari 2026 | 02:59

DPRD Kota Bogor Dorong Kontribusi Optimal BUMD terhadap PAD

Kamis, 22 Januari 2026 | 02:45

Alasan Noe Letto Jadi Tenaga Ahli Pertahanan Nasional

Kamis, 22 Januari 2026 | 02:22

Peran Pelindo terhadap Tekanan Dolar AS

Kamis, 22 Januari 2026 | 01:59

Retribusi Sampah di Tagihan Air Berpotensi Bebani Masyarakat

Kamis, 22 Januari 2026 | 01:47

DPRD Kota Bogor Evaluasi Anggaran Pendidikan dan Pelaksanaan SPMB

Kamis, 22 Januari 2026 | 01:20

Noe Letto Tegaskan Tidak di Bawah Bahlil dan Gibran: Nggak Urusan!

Kamis, 22 Januari 2026 | 00:59

Jabar di Bawah Gubernur Konten Juara PHK

Kamis, 22 Januari 2026 | 00:59

Selengkapnya