Berita

FOTO:NET

Dunia

PBB: Konflik Suriah Terbukti Pakai Senjata Kimia

JUMAT, 13 DESEMBER 2013 | 12:26 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengkonfirmasi adanya penggunaan senjata kimia dalam konflik sipil yang terjadi di Suriah sejak Maret 2011 hingga Agustus 2013 lalu.

Konfirmasi tersebut dicantumkan dalam laporan setebal 82 halaman yang diberikan oleh Kepala Misi PBB untuk menginvestigasi penggunaan senjata kimia di Suriah, Ake Sellstrom kepada Sekretaris Jenderal PBB, Ban Ki-moon di markas besar PBB pada Kamis (12/12) waktu setempat. Laporan tersebut kemudian dipublikasikan di situs resmi PBB, un.org.

Investigasi dilakukan setelah PBB menerima 16 laporan dugaan penggunaan senjata kimia dalam konflik internal di Suriah. Laporan tersebut datang dari pemerintah Suriah, Inggris, Prancis, dan Amerika Serikat. Dari 16 kasus yang dilaporkan, hanya tujuh kasus yang diinvestigasi karena memiliki bukti dan informasi yang kredibel.


Tujuh kasus yang diinvestigasi tersebut adalah dugaan penggunaan senjata kimia yang dilakukan di sejumlah wilayah sepanjang tahun 2013, yakni di wilayah Khan Al Asal (19/3), Sheik Maqsood (13/4), Saraqueb (29/4), Ghouta (21/8), Bahhariyeh (22/8), Jobar (24/8), dan Ashrafiah Sahnaya (25/8).

Para pakar mengumpulkan berbagai informasi termasuk meneliti dan mengambil berbagai sampel serta bukti dari lokasi kejadian serta meneliti sampel darah berikut urine dari para korban kejadian.

Hasil investigasi menemukan penggunaan senjata kimia berupa gas sarin yang mematikan telah digunakan dalam skala besar pada empat kasus, yakni di Khan Al Asal, Sheik Maqsood, Ghouta, dan Bahhariyeh. Sementara gas sarin berskala kecil telah digunakan di tiga kasus lainnya, yakni di Jobar, Saraqeb dan Ashrafiat Sahnaya.

Misi PBB hanya untuk melakukan investigasi mengenai apakah senjata kimia terbukti digunakan di Suriah, dan bukan untuk menginvestigasi pelakunya. Laporan tersebut selanjutnya akan dipaparkan oleh Ban Ki-moon dalam Majelis Umum PBB pada Jumat (13/12) serta dan dalam Dewan Keamanan PBB pada Senin (16/12)

"Penggunaan senjata kimia adalah pelanggaran berat terhadap hukum internasional dan sebuah penghinaan terhadap kemanusiaan kita bersama. Kita harus tetap waspada untuk memastikan bahwa senjata-senjata yang mengerikan tersebut dimusnahkan, tidak hanya di Suriah, tapi di manapun," jelas Ban setelah menerima laporan tersebut seperti dikutip dari Reuters.

Para pakar PBB yang ikut dalam investigasi direkrut dari Organisasi Pelarangan Senjata Kimia atau Organization for the Prohibition of Chemical Weapons (OPCW) dan Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO).

Saat ini, pemerintah Suriah telah bersedia untuk membuat kesepakatan yang ditengahi oleh Amerika Serikat dan Rusia untuk melakukan pembersihan dan penghancuran senjata kimia hingga pertengahan tahun 2014 mendatang.[wid]

Populer

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Kasi Intel-Pidsus Kejari Ponorogo Terseret Kasus Korupsi Bupati Sugiri

Rabu, 21 Januari 2026 | 14:15

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

Eggi Sudjana Kerjain Balik Jokowi

Selasa, 20 Januari 2026 | 15:27

Jokowi Sulit Mengelak dari Tuduhan Ijazah Palsu

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:15

UPDATE

Indeks Persepsi Korupsi RI Tetap Rendah, Padahal Rajin Nangkap Koruptor

Kamis, 22 Januari 2026 | 14:17

Adu Prospek Sesi II: BNBR-BRMS-BUMI, Mana yang Lebih Tangguh?

Kamis, 22 Januari 2026 | 14:11

Sandiaga Uno: Jangan Masuk Politik karena Uang

Kamis, 22 Januari 2026 | 14:06

Grup Bakrie Jadi Sorotan, Saham DEWA dan BRMS Pimpin Pergerakan di Sesi Siang

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:56

Angkot Uzur Tak Boleh Lagi Wara Wiri di Kota Bogor

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:53

BNBR Fluktuatif di Sesi I: Sempat Bertahan di Rp230, Kini Menguji Level Support Rp200

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:48

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Sufmi Dasco Tegaskan Pilpres Tetap Dipilih Rakyat Langsung

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:35

Ekspor Ekonomi Kreatif RI Catat Tren Positif

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:29

Aplikasi jadi Subsektor Tertinggi Investasi Ekonomi Kreatif

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:16

Selengkapnya