Berita

Politik

Liberalisasi Politik Penyebab Merajalelanya Korupsi

KAMIS, 12 DESEMBER 2013 | 16:32 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Korupsi di Indonesia yang kini merajalela diantaranya disebabkan oleh praktik liberasasi politik. Demokrasi liberal yang tidak beraturan rentan untuk dibajak dan disalahgunakan.

Begitu disampaikan Ketua Dewan Kehormatan Pengawas Pemilu (DKPP) Jimly Asshiddiqie saat menjadi pembicara pada refleksi akhir tahun Pekan Politik Kebangsaan di kantor ICIS, Jakarta (Kamis, 12/12).

"Kenapa kebebasan dibajak, tidak diimbangi oleh sistem hukum dan etika kebebasan yang tidak diimbangi oleh sistem hukum dan etika?" keluhnya.


Demokrasi liberal, kata Jimly, menghasilkan adanya politik oligarki dan politik dinasti. Politik dinasti ini menghasilkan kesenjangan politik, disparatis kaya dan miskin semakin jauh.

"Selama 15 tahun kita menikmati kebebasan yang ada untuk kepentingan diri-sendiri," tutur Jimly.

Kondisi ini, menurut mantan Ketua Mahkamah Konstitusi ini, disebabkan oleh inefisien demokrasi di Indonesia. Demokrasi yang berlaku di Indonesia menutup jalan untuk terpilihnya pemimpin berintegritas.Karenanya, Jimly mengusulkan agar Lembaga Konstitusi dan Legislatif memperbaiki sistem demokrasi menjadi lebih efisien agar dapat mengurangi permasalahan Pemilu di Indonesia.

"Pemilu presiden dan pemilu legislatif dilakukan secara bersamaan untuk menghindari terjadinya penyanderaan pemilu presiden oleh hasil pemilu legislatif. Pemilihan gubernur dan bupati cukup dipilih oleh DPRD secara terbuka, untuk mengurangi biaya pemilu," ujarnya. [dem]


Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

Sekjen MPR akan Evaluasi Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar 2026

Senin, 11 Mei 2026 | 18:17

UMKM Binaan Pertamina Catat Potensi Bisnis Rp10,6 Miliar di Inabuyer 2026

Senin, 11 Mei 2026 | 18:12

40 Ormas Tolak Berkas Kasus Ade Armando Cs Dilimpahkan ke Polda Metro

Senin, 11 Mei 2026 | 18:10

Bos PSI Jatim Bagus Panuntun "Puasa Bicara" Setelah 10 Jam Digarap KPK

Senin, 11 Mei 2026 | 18:09

MPR Minta Maaf soal Juri Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar Bikin Gaduh

Senin, 11 Mei 2026 | 17:43

PTC Bukukan Laba Rp152,9 Miliar di Tengah Fluktuasi Industri

Senin, 11 Mei 2026 | 17:43

Warga Sitaro Minta Proses Hukum Bupati Chyntia Kalangin Berjalan Adil

Senin, 11 Mei 2026 | 17:42

Bus Terguling di Tol Sergai, Empat Penumpang Tewas

Senin, 11 Mei 2026 | 17:33

Keberanian Siswi Koreksi Juri LCC Patut Diapresiasi

Senin, 11 Mei 2026 | 17:17

Bank Mandiri Pertegas Komitmen Akselerasi UMKM Naik Kelas di Ajang Inabuyer 2026

Senin, 11 Mei 2026 | 17:14

Selengkapnya