Berita

prof. mahyuddin/net

Hukum

Prof. Mahyuddin Tepis Terima Rp 600 Juta dari Adik Wafid

KAMIS, 12 DESEMBER 2013 | 16:20 WIB | LAPORAN:

Bekas Ketua Komisi X DPR RI, Prof. Mahyuddin membantah menerima aliran dana sebesar Rp 600 juta dari proyek pembangunan sarana dan prasarana olahraga di Bukit Hambalang. Dana itu disebutkan dalam persidangan, digunakan untuk biaya kongres Mahyuddin.

"Nggak ada, saya nggak ikut Kongres," kata Mahyuddin usai menjalani pemeriksaan di kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Kamis (12/12).

Mahyuddin diperiksa sekitar enam jam oleh penyidik KPK. Dia berdalih hanya datang ke Kongres Partai Demokrat saat pembukaanya saja. Karenanya dia menekankan bahwa tak benar jika dirinya disebut menerima duit Rp 600 juta saat Kongres.


"Nggak, nggak ada," dalihnya.

Nama Mahyuddin sendiri disebut dalam persidangan terdakwa Deddy Kusdinar oleh saksi Cece Ibrahim Lintang baru-baru ini. Adik Wafid Muharram itu mengaku diperintahkan kakaknya untuk menyerahkan sebuah tas kepada anggota DPR asal Fraksi Partai Demokrat, Mahyuddin. Tas tersebut diserahkan ke Mahyuddin melalui seseorang yang bernama Riswan sehari sebelum Kongres Demokrat di Bandung tahun 2010 lalu.

Cece kemudian dihubungi oleh pegawai Kemenpora, Poniran. Kepada Cece, Poniran memberitahukan bahwa titipan tas akan diserahkan oleh staf Kemenpora bernama Jana. Akhirnya, Cece janjian dengan Jana bertemu di gerbang keluar Tol Cileunyi.

Setelah menerima tas itu, Cece kemudian menghubungi Riswan. Keduanya sepakat untuk bertemu di sebuah rumah makan di Setiabudi, Bandung untuk menyerahkan tas. Riswan diketahui merupakan orang dekat Mahyuddin. Sementara itu, Poniran menyatakan bahwa tas yang dimaksudkan bahan kongres untuk Mahyuddin tersebut adalah uang Rp 600 juta.

"Jadi saya, anda, dan KPK mencari tahu. Ya di persidangan kan muncul kan harus ditelusuri. Jadi saya minta ditelusuri," kata Mahyuddin ditanya soal uang itu lagi. [rus]

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

KPK Sita Aset Rp22 Miliar Milik Anwar Sadad, Mulai Rumah hingga SPBE

Rabu, 22 Juli 2026 | 20:42

UPDATE

Ketika Seekor Ayam Lebih Berharga dari Nyawa Seorang Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 00:21

Disoal Kader, Pergantian Pengurus AMPI Langgar Aturan Organisasi?

Senin, 27 Juli 2026 | 00:20

Inilah Skuad Timnas Indonesia di Piala AFF 2026

Senin, 27 Juli 2026 | 00:00

Program Pembangunan Prabowo Memperhatikan Aspek Keberlanjutan

Minggu, 26 Juli 2026 | 23:29

Gaza for Israel Jika Kita Tetap Diam

Minggu, 26 Juli 2026 | 23:20

‘API’ Jaringan Umat

Minggu, 26 Juli 2026 | 23:01

Pakar Hukum: Tersangka Korupsi Bisa Ditetapkan Meski Belum Diperiksa

Minggu, 26 Juli 2026 | 22:45

Kaesang Pilih Dapil Neraka Lawan Puan, Kejar Legitimasi atau Sensasi?

Minggu, 26 Juli 2026 | 22:37

Kapitra Ampera Labeli Febrie Adriansyah Maling Gede

Minggu, 26 Juli 2026 | 22:14

ICW Dapat Bocoran Timses Prabowo-Gibran Sodok Posisi Gantikan Ketua Ombudsman RI

Minggu, 26 Juli 2026 | 21:50

Selengkapnya