Berita

ilustrasi/net

Hukum

Abraham Samad: Perampok di Jawa Timur Kelas Wahid

KAMIS, 12 DESEMBER 2013 | 15:50 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyebut Jawa Timur sebagai sarang koruptor kelas kakap. Ketua KPK Abraham Samad mengungkapkan, korupsi yang terjadi di Jawa Timur sungguh luar biasa. Cara mereka merampok uang rakyat juga sangat canggih sehingga untuk menangkap mereka bukan perkara mudah.

"Di Jawa Timur itu perampoknya kelas wahid. Cara mereka merampok sangat canggih," kata Abraham Samad saat menjadi pembicara pada refleksi akhir tahun Pekan Politik Kebangsaan di kantor ICIS, Jakarta (Kamis, 12/12).

Menurutnya, koruptor di Jawa Timur sangat pintar. Mereka marampok uang rakyat dan mereka juga telah melakukan antisipasi agar tidak ditangkap KPK.


"Cara mereka korupsi canggih sekali, seakan tak meninggalkan bekas sama sekali," katanya.

Ia mengumpakan para koruptor itu seperti pembunuh yang sangat kejam. Tega membunuh rakyat dan sekaligus pandai menutupi perbuatan jahatnya.

"Ibarat membunuh orang, dia pakai sarung tangan agar tak meninggalkan beklas sidik jari. Kalau yang tertangkap sekarang ini masih pemula," terangnya.

Meski demikian, kata Samad, KPK tak akan menyerah begitu saja. Berbagai cara dilakukannya untuk memburu mereka. Karena itu, ia ingin meminta dukungan masyarakat agar bisa menjalankan tugas tersebut.

"Insyaallah, kami minta dukungan dari semuanya," kata Samad.[dem]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

Sekjen MPR akan Evaluasi Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar 2026

Senin, 11 Mei 2026 | 18:17

UMKM Binaan Pertamina Catat Potensi Bisnis Rp10,6 Miliar di Inabuyer 2026

Senin, 11 Mei 2026 | 18:12

40 Ormas Tolak Berkas Kasus Ade Armando Cs Dilimpahkan ke Polda Metro

Senin, 11 Mei 2026 | 18:10

Bos PSI Jatim Bagus Panuntun "Puasa Bicara" Setelah 10 Jam Digarap KPK

Senin, 11 Mei 2026 | 18:09

MPR Minta Maaf soal Juri Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar Bikin Gaduh

Senin, 11 Mei 2026 | 17:43

PTC Bukukan Laba Rp152,9 Miliar di Tengah Fluktuasi Industri

Senin, 11 Mei 2026 | 17:43

Warga Sitaro Minta Proses Hukum Bupati Chyntia Kalangin Berjalan Adil

Senin, 11 Mei 2026 | 17:42

Bus Terguling di Tol Sergai, Empat Penumpang Tewas

Senin, 11 Mei 2026 | 17:33

Keberanian Siswi Koreksi Juri LCC Patut Diapresiasi

Senin, 11 Mei 2026 | 17:17

Bank Mandiri Pertegas Komitmen Akselerasi UMKM Naik Kelas di Ajang Inabuyer 2026

Senin, 11 Mei 2026 | 17:14

Selengkapnya