Berita

Dunia

Inilah 6 Penerima Penghargaan HAM PBB 2013

SELASA, 10 DESEMBER 2013 | 17:56 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Memperingati Hari Hak Asasi Manusia (HAM) yang jatuh hari ini (Selasa, 10/12),  Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) akan memberikan penghargaan bergengsi pada lima orang dan satu lembaga karena dinilai telah berjasa dalam menegakkan HAM.

Dikutip dari situs resmi badan HAM PBB, ohchr.org, penerima pengharaaan tersebut adalah; Biram Dah Abeid dari Mauritania (melakukan kampanye menentang perbudakan), Hiljmnijeta Apuk dari kosovo (aktifis HAM yang melakukan kampanye untuk hak orang yang tumbuh tidak proporsional dan bertubuh pendek), Liisa Kauppinen dari Finlandia (presiden emeritus dari federasi tunarungu dunia), Khadija Ryadi dari Maroko (mantan presiden asosisasi HAM Maroko),  Mahkamah Agung Meksiko (Badan Konstitusi Meksiko), dan Malala Yousafzai dari Pakistan (aktifis hak pelajar).

Upacara pemberian penghargaan akan digelar di Markas Besar PBB di New York hari ini (Selasa, 10/12) pukul 3 sore waktu setempat sebagai bagian dari peringatan hari HAM.


Penghargaan bergengsi tersebut diberikan oleh badan HAM PBB kepada individu maupun lembaga sebagai bentuk apresiasi atas perjuangan mereka menegakkan HAM. Penghargaan tersebut dirancang oleh Majelis Umum PBB pada tahun 1966. Namun penghargaan pertama kali baru diberikan pada 10 Desember 1968, bertepatan dengan perayaan dua puluh tahun deklarasi universal HAM. Sejak saat itu, pengharaan diberikan setiap lima tahun sekali, takni pada tahun 1973, 1978, 1988, 1993, 1998, 2003, 2008, dan tahun 2013 ini.

Selain sebagai bentuk apresiasi, pemberian penghargaan tersebut juga ditujukkan untuk mendukung penegakkan HAM di berbagai bidang dan di berbagai tempat di dunia.

Para penerima penghargaan dipilih dari rekam jejak perjuangannya menegakkan HAM. Rekam jejak tersebut dilihat dari berbagai sumber. Setelah terkumpul, para calon penerima penghargaan diulas kembali di Kantor Komisaris Tinggi Hak Asasi Manusia untuk menetapkan daftar pemerima penghargaan yang ditentukan oleh lima anggota komite. Kelima anggota komite tersebut adalah; Presiden Majelis Umum, Presiden Dewan Ekonomi dan Sosial; Presiden Dewan HAM, Ketua Komisi Status Perempuan, dan Ketua Komite Penasehat.[dem]

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Eggi Sudjana Kerjain Balik Jokowi

Selasa, 20 Januari 2026 | 15:27

UPDATE

KDM Didukung DPRD Hentikan Alih Fungsi Lahan di Gunung Ciremai

Kamis, 22 Januari 2026 | 03:49

DPD Soroti Potensi Tumpang Tindih Regulasi Koperasi di Daerah

Kamis, 22 Januari 2026 | 03:25

Monumen Panser Saladin Simbol Nasionalisme Masyarakat Cijulang

Kamis, 22 Januari 2026 | 02:59

DPRD Kota Bogor Dorong Kontribusi Optimal BUMD terhadap PAD

Kamis, 22 Januari 2026 | 02:45

Alasan Noe Letto Jadi Tenaga Ahli Pertahanan Nasional

Kamis, 22 Januari 2026 | 02:22

Peran Pelindo terhadap Tekanan Dolar AS

Kamis, 22 Januari 2026 | 01:59

Retribusi Sampah di Tagihan Air Berpotensi Bebani Masyarakat

Kamis, 22 Januari 2026 | 01:47

DPRD Kota Bogor Evaluasi Anggaran Pendidikan dan Pelaksanaan SPMB

Kamis, 22 Januari 2026 | 01:20

Noe Letto Tegaskan Tidak di Bawah Bahlil dan Gibran: Nggak Urusan!

Kamis, 22 Januari 2026 | 00:59

Jabar di Bawah Gubernur Konten Juara PHK

Kamis, 22 Januari 2026 | 00:59

Selengkapnya