Berita

Politik

JK: Keadilan Dulu Baru Kesejahteraan

SELASA, 10 DESEMBER 2013 | 17:42 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Agar rakyat bisa merasakan kesejahteraan, sebuah negara harus fokus menegakkan keadilan di dalam negerinya. Rakyat akan merasa senang ketika keadilan terwujud, sehingga akan mudah diajak untuk maju.

Begitu disampaikan Jusuf Kalla dalam acara "Pekan Politik Kebangsaan, Menyongsong Indonesia Memilih 2014" yang diselenggarakan International Conference of Islamic Scholars (ICIS) di Jakarta (Selasa, 10/12). Menurut mantan Wakil Presiden itu, perwujudan keadilan adalah tersedianya kebutuhan rakyat kecil seperti perumahan dan kredit yang cukup.

"Keadilan dulu baru menuju kesejahteraan. Memberikan kredit itu keadilan, membangun rumah yang layak itu keadilan," kata JK.


Ketua PMI ini menyatakan bahwa keadilan yang menjadi PR bangsa Indonesia bukan hanya soal keadilan hukum. Setidaknya ada empat keadilan yang kini perlu diwujudkan di Indonesia. Pertama adalah keadilan ekonomi. Menurut JK, di Indonesia terdapat gap ekonomi yang menyebabkan masyarakat mudah berkonflik dan pertumbuhan ekonomi pun terhambat. Ini menjadi tugas siapa pun yang nanti akan memimpin Indonesia di 2014.

"Ada gap ekonomi, siapa pun yang memerintah harus mengentaskan masyarakat dari ketidakadilan," kata JK.

Kedua adalah keadilan hukum. Menurut JK, indikator keadilan ini adalah pelaksanaan hukum yang adil. Artinya, rakyat percaya pada hukum karena semua diperlakukan sama di mata hukum. "Masyarakat percaya (pada hukum), karena diperlakukan sama di mata hukum.".

Dua jenis keadilan selanjutnya adalah keadilan sosial dan politik. Keadilan sosial, kata JK, akan tercipta bila negara bisa memperlakukan setiap golongan secara sama. Sementara keadilan politik akan tercapai jika semua orang berkesempatan yang sama untuk berpolitik.

JK juga menegaskan bahwa keadilan itu hak asasi manusia. Karena itu, pemerintah harus memperhatikan betul keadilan di tengah-tengah masyarakat bila benar-benar ingin maju negara ini. Menurut JK, prinsip keadilan itu mudah. Keadilan itu, kata JK, adalah ketika negara dalam keadaan sulit, tak ada yang bersenang-senang, dan ketika negara bertumbuh, masyarakat pun juga ikut menikmati.

"Jadi waktu itu saya bilang ke Presiden, sampaikan saja kalau istana kebanjiran. Dan benar, rakyat senang. Jadi keadilan itu mudah: senang bersama, susah bersama," pungkas JK bersambut tepuk tangan hadirin.[dem]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

324 Hunian Layak untuk Warga Bantaran Rel Senen Rampung Juni 2026

Senin, 06 April 2026 | 18:15

Kasus Amsal Sitepu Harus jadi Refleksi Penegakan Hukum

Senin, 06 April 2026 | 17:59

WFH Jumat Tak Boleh Ganggu Produktivitas

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Putri Zulhas Ngaku Belum Tahu Gugatan Pengosongan Rumah

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Petinggi Tiga Travel Haji Dicecar KPK soal Perolehan Keuangan Tidak Sah

Senin, 06 April 2026 | 17:37

Konversi LPG ke Jargas

Senin, 06 April 2026 | 17:25

Prabowo Naikkan Target Bedah Rumah Tahun Ini Jadi 400 Ribu Unit

Senin, 06 April 2026 | 17:21

Impor Sparepart Pesawat dapat Insentif Bea Masuk Nol Persen

Senin, 06 April 2026 | 17:12

Sahroni Cabut Laporan Terhadap Influencer Indira dan Rena

Senin, 06 April 2026 | 16:59

PB Orado: Turnamen Domino Jatim Fondasi Menuju Kejurnas

Senin, 06 April 2026 | 16:55

Selengkapnya