Berita

teguh santosa/rmol

PEMILU 2014

Pimred RMOL: Jangan Mudah Percaya pada Bubble Politics

SELASA, 10 DESEMBER 2013 | 01:54 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Pemilih pemula disarankan untuk meneliti latar belakang dan rekam jejak tokoh-tokoh yang selama ini disebut-sebut pantas dicalonkan dalam pemilihan presiden mendatang. Demikian juga ketika memilih calon anggota legislatif.

Politik adalah dunia kemasan. Dengan demikian jangan mudah terpukau dan percaya pada kemasan politik. Sudah sepatutnya kredibilitas dan rekam jejak menjadi kriteria pertama dalam menentukan pilihan. Bukan sekadar popularitas yang dapat dengan mudah disemir, digelembungkan dan dibikin indah, padahal kopong.

Demikian disampaikan Pemimpin Redaksi Rakyat Merdeka Online Teguh Santosa ketika berbicara di depan peserta Youth Election Summit (YES) yang digelar Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FISIP Universitas Indonesia (UI) di Depok, Senin siang (9/12). Kegiatan ini diikuti mahasiswa dan murid SMA yang akan menjadi pemilih pemula dalam pemilu tahun depan. Aktivis anti-korupsi Teten Masduki juga ikut berbicara dalam kegiatan ini.


"Jangan mudah percaya dengan bubble politics. Pengalaman mengajarkan bahwa pilihan yang hanya didasarkan pada penilaian superfisial atau di permukaan saja akan membawa kerugian. Kenali calon anggota legislatif, juga calon presiden. Kredibilitas dan pengalaman harus jadi kriteria utama," ujar Teguh.

"Jangan gampang terenyuh oleh kandidat yang menampakkan dirinya sebagai tokoh terzalimi dan santun," sambungnya.

Di sisi lain dia juga mengatakan, dalam praktik demokrasi partisipasi atau keterlibatan masyarakat dalam politik dibutuhkan tidak hanya dalam bentuk memberikan suara. Mengandaikan bahwa kewajiban warganegara hanyalah dalam bentuk memberikan suara adalah kekeliruan besar. Kesalahan berpikir ini akan dimanfaatkan oleh politisi yang hanya ingin mengambil keuntungan dari kelalaian pemilih.

"Presiden itu bukan susu kuda liar yang katanya dapat menyembuhkan semua jenis penyakit. Juga bukan superman yang dapat menyelesaikan semua persoalan. Presiden adalah manusia biasa, maka perlu diawasi pekerjaannya. Ini juga bagian dari partisipasi politik," demikian Teguh. [dem]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

324 Hunian Layak untuk Warga Bantaran Rel Senen Rampung Juni 2026

Senin, 06 April 2026 | 18:15

Kasus Amsal Sitepu Harus jadi Refleksi Penegakan Hukum

Senin, 06 April 2026 | 17:59

WFH Jumat Tak Boleh Ganggu Produktivitas

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Putri Zulhas Ngaku Belum Tahu Gugatan Pengosongan Rumah

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Petinggi Tiga Travel Haji Dicecar KPK soal Perolehan Keuangan Tidak Sah

Senin, 06 April 2026 | 17:37

Konversi LPG ke Jargas

Senin, 06 April 2026 | 17:25

Prabowo Naikkan Target Bedah Rumah Tahun Ini Jadi 400 Ribu Unit

Senin, 06 April 2026 | 17:21

Impor Sparepart Pesawat dapat Insentif Bea Masuk Nol Persen

Senin, 06 April 2026 | 17:12

Sahroni Cabut Laporan Terhadap Influencer Indira dan Rena

Senin, 06 April 2026 | 16:59

PB Orado: Turnamen Domino Jatim Fondasi Menuju Kejurnas

Senin, 06 April 2026 | 16:55

Selengkapnya