Berita

FOTO:BANGKOK POST

Dunia

Gedung Pemerintah Dikepung Tuntut Yingluck Mundur

SENIN, 09 DESEMBER 2013 | 15:14 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Ribuan massa dari berbagai kelompok mengepung gedung pemerintahan Thailand pada Senin (9/12).

Seperti dikabarkan Bangkok Post, unjuk rasa yang dipimpin oleh Dewan Demokrasi dan Reformasi Rakyat atau People's Democratic Reform Council (PDRC) bentukan partai oposisi tersebut telah dimulai sejak pagi untuk menuntut mundurnya Perdana Menteri Thailand, Yingluck Shinawatra serta jajaran menteri kabinetnya, serta menuntut dibukanya jalan bagi pembentukan dewan rakyat.

Sementara itu, pada Senin pagi, melalui siaran televisi, Perdana Menteri Yingluck telah mengumumkan pembubaran parlemen Thailand dan membuka jalan bagi pemilihan baru dalam jangka waktu 45 hari sebagaimana ditetapkan oleh konstitusi.


Akan tetapi, anggota pusat PDRC, Sathit Wongnongtoey menyebut bahwa tujuan unjuk rasa besar-besaran tersebut bukan hanya meminta pembubaran parlemen. Sebab sekali pun parlemen dibubarkan, PM Yingluck dan kabinetnya masih dapat berperan dan melakukan fungsi sebagai pemerintahan sementara.

Unjuk rasa dikabarkan berlangsung damai. Kepala Angkatan Darat Thailand, Gen Prayuth Chan-ocha juga mengatakan bahwa tidak ada intervensi militer dalam unjuk rasa tersebut. Selain itu, Pengadilan Pidana juga telah menolak permintaan polisi atas surat perintah penangkapan 13 orang pemimpin protes atas tuduhan pemberontakan dan tuduhan lainnya.

Untuk diketahui, rangkaian unjuk rasa yang telah terjadi sejak 24 November 2013 lalu menuntut turunnya Perdana Menteri Yingluck dari kursi pemerintahan Thailand karena dinilai membawa pengaruh kakak kandungnya yang juga merupakan mantan Perdana Menteri, Thaksin Shinawatra yang mengasingkan diri setelah ia digulingkan dalam kudeta militer pada tahun 2006 dan dihukum karena kasus korupsi.[wid]

Populer

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Kasi Intel-Pidsus Kejari Ponorogo Terseret Kasus Korupsi Bupati Sugiri

Rabu, 21 Januari 2026 | 14:15

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

Eggi Sudjana Kerjain Balik Jokowi

Selasa, 20 Januari 2026 | 15:27

Jokowi Sulit Mengelak dari Tuduhan Ijazah Palsu

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:15

UPDATE

Indeks Persepsi Korupsi RI Tetap Rendah, Padahal Rajin Nangkap Koruptor

Kamis, 22 Januari 2026 | 14:17

Adu Prospek Sesi II: BNBR-BRMS-BUMI, Mana yang Lebih Tangguh?

Kamis, 22 Januari 2026 | 14:11

Sandiaga Uno: Jangan Masuk Politik karena Uang

Kamis, 22 Januari 2026 | 14:06

Grup Bakrie Jadi Sorotan, Saham DEWA dan BRMS Pimpin Pergerakan di Sesi Siang

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:56

Angkot Uzur Tak Boleh Lagi Wara Wiri di Kota Bogor

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:53

BNBR Fluktuatif di Sesi I: Sempat Bertahan di Rp230, Kini Menguji Level Support Rp200

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:48

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Sufmi Dasco Tegaskan Pilpres Tetap Dipilih Rakyat Langsung

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:35

Ekspor Ekonomi Kreatif RI Catat Tren Positif

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:29

Aplikasi jadi Subsektor Tertinggi Investasi Ekonomi Kreatif

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:16

Selengkapnya