Berita

Yingluck Shinawatra/net

Dunia

PM Thailand Bubarkan Parlemen, Krisis Belum Berakhir

SENIN, 09 DESEMBER 2013 | 10:29 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Perdana Menteri Thailand, Yingluck Shinawatra, mengumumkan pembubaran parlemen nasional pada Senin pagi (9/12) dan menyerukan digelarnya pemilu baru. Pengumuman tersebut disiarkan televisi nasional Thailand.

Sementara, seperti dikabarkan Bangkok Post, Sekretaris Jenderal Komite Anti-Pemerintah untuk Demokrasi Rakyat dan Reformasi, Suthep Thaugsuban, menegaskan bahwa pembubaran parlemen belum mampu mencabut pengaruh Thaksin di Thailand.

Sebelumnya, Partai Demokrat yang merupakan oposisi utama pemerintah Thailand mengumumkan pengunduran diri anggotanya yang menduduki parlemen secara massal pada Minggu (8/12). Pengunduran diri tersebut dikarenakan mereka tak lagi bisa bekerjasama dengan pemerintah.


Seperti dikabarkan CNN, jurubicara Partai Demokrat, Chavanond Intarakom, mengatakan terdapat 153 anggota partainya yanng menduduki parlemen.

Pengunduran diri tersebut merupakan rangkaian dari protes besar-besaran yang terjadi sejak 24 November 2013 yang menuntut mundurnya Perdana Menteri Yingluck Shinawatra. Mereka menilai bahwa pemerintahan Thailand saat ini dikendalikan oleh kakak kandungnya yang juga merupakan mantan Perdana Menteri, Thaksin Shinawatra. Thaksin sendiri berada di pengasingan setelah ia digulingkan dalam kudeta militer pada tahun 2006 dan dihukum karena kasus korupsi.

Rangkaian demonstrasi berlangsung tanpa insiden kecuali yang terjadi pada tanggal 30 November ketika lima orang tewas dalam unjukrasa yang berujung kekerasan.

Namun pengunjuk rasa dan pasukan keamanan telah sepakat mengakhiri kekerasan dan aksi demonstrasi pada Selasa (3/12) sebagai bentuk rasa hormat bagi Raja Thailand yang pada saat itu tengah menjelang perayaan ulang tahunnya ke-86 pada Kamis (5/12). [ald]

Populer

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Kasi Intel-Pidsus Kejari Ponorogo Terseret Kasus Korupsi Bupati Sugiri

Rabu, 21 Januari 2026 | 14:15

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

Eggi Sudjana Kerjain Balik Jokowi

Selasa, 20 Januari 2026 | 15:27

Jokowi Sulit Mengelak dari Tuduhan Ijazah Palsu

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:15

UPDATE

Indeks Persepsi Korupsi RI Tetap Rendah, Padahal Rajin Nangkap Koruptor

Kamis, 22 Januari 2026 | 14:17

Adu Prospek Sesi II: BNBR-BRMS-BUMI, Mana yang Lebih Tangguh?

Kamis, 22 Januari 2026 | 14:11

Sandiaga Uno: Jangan Masuk Politik karena Uang

Kamis, 22 Januari 2026 | 14:06

Grup Bakrie Jadi Sorotan, Saham DEWA dan BRMS Pimpin Pergerakan di Sesi Siang

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:56

Angkot Uzur Tak Boleh Lagi Wara Wiri di Kota Bogor

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:53

BNBR Fluktuatif di Sesi I: Sempat Bertahan di Rp230, Kini Menguji Level Support Rp200

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:48

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Sufmi Dasco Tegaskan Pilpres Tetap Dipilih Rakyat Langsung

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:35

Ekspor Ekonomi Kreatif RI Catat Tren Positif

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:29

Aplikasi jadi Subsektor Tertinggi Investasi Ekonomi Kreatif

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:16

Selengkapnya