Berita

ilustrasi/net

Politik

Itikad Baik SBY dan Boediono Bisa Perjelas Misteri Pembengkakan Talangan Century

MINGGU, 08 DESEMBER 2013 | 19:38 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Pertanggungjawaban atas misteri membekaknya dana talangan untuk Bank Century makin tidak jelas. Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), Bank Indonesia (BI) dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) sama-sama menolak bertanggungjawab.

Menurut Anggota Timwas Century DPR Bambang Soesatyo, pembengkakkan dana talangan Bank Century bisa dibuat terang benderang jika Presiden SBY dan Wakil Presiden Boediono punya itikad baik. Prakarsa keduanya sangat diperlukan dan sangat relevan karena proses perhitungan, pencairan dan penyerahan dana talangan Century kait mengait antara wewenang KSSK, LPS dengan BI.

"Untuk itu, SBY dan Boediono perlu memanggil mantan Menteri Keuangan sekaligus Ketua KSSK, Sri Mulyani dan Ketua LPS ketika talangan diberikan. SBY dan Boediono harus mempertanyakan legalitas apa yang digunakan sehingga manajemen LPS berani mencairkan dana talangan dari Rp 632 miliar menjadi Rp 6,7 triliun. Pertanyaan serupa bisa diajukan Boediono kepada LPS," kata Bamsoet, demikian Bambang Soesatyo dalam pesan elektroniknya kepada Rakyat Merdeka Online (Minggu, 8/12).


Seperti diketahui, Boediono yang menjabat Gubernur BI ketika bailout dikucurkan, mengklaim pembengkakkan dana talangan menjadi tanggungjawab LPS dan pengawas bank. Sementara menurut Ketua LPS, sesuai UU No 24/ 2004, LPS melaksankan mandat dari KSSK, dan sesuai Pasal 2 nya, LPS bertanggung jawab Ke presiden.
 
Persoalan penting lain yang juga perlu diperjelas Boediono, kata Bamsoet, adalah terkait mekanisme pengeluaran uang untuk Bank Century, baik mengenai kliring/RTGS, transfer ataupun tunai dalam jumlah besar dari gudang BI. Bukankah untuk mencairkan dana hingga ratusan miliar rupiah per hari, LPS harus berkoordinasi dengan BI yang memiliki otoritas.
 
"Karena tindakan LPS berdasarkan mandat dari KSSK dan bertanggung jawab ke Presiden, maka Sri Mulyani dan Boediono harus bertemu dan bekerjasama mencari sebab musabab ekses pencairan dan penyerahan dana talangan. Benar bahwa KPK bisa melaksanakan sebagian pekerjaan itu, tetapi Boediono dan Sri Mulyani harus menunjukan itikad baik dengan cara menelusuri siapa otak mark-up dana talangan Bank Century," kata Bamsoet.
 
"Boediono pun harus menunjukan itikad baik, hadir memenuhi undangan DPR 18 Desember mendatang dan menjelaskan secara terbuka. Jika Boediono menolak hadir dengan alasan yang dicari-cari, maka rakyat akan curiga bahwa ada yang disembunyikan," demikian Bamsoet.[dem]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

324 Hunian Layak untuk Warga Bantaran Rel Senen Rampung Juni 2026

Senin, 06 April 2026 | 18:15

Kasus Amsal Sitepu Harus jadi Refleksi Penegakan Hukum

Senin, 06 April 2026 | 17:59

WFH Jumat Tak Boleh Ganggu Produktivitas

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Putri Zulhas Ngaku Belum Tahu Gugatan Pengosongan Rumah

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Petinggi Tiga Travel Haji Dicecar KPK soal Perolehan Keuangan Tidak Sah

Senin, 06 April 2026 | 17:37

Konversi LPG ke Jargas

Senin, 06 April 2026 | 17:25

Prabowo Naikkan Target Bedah Rumah Tahun Ini Jadi 400 Ribu Unit

Senin, 06 April 2026 | 17:21

Impor Sparepart Pesawat dapat Insentif Bea Masuk Nol Persen

Senin, 06 April 2026 | 17:12

Sahroni Cabut Laporan Terhadap Influencer Indira dan Rena

Senin, 06 April 2026 | 16:59

PB Orado: Turnamen Domino Jatim Fondasi Menuju Kejurnas

Senin, 06 April 2026 | 16:55

Selengkapnya