Misteri kedekatan Sylviana Sholeha alias Bu Pur dengan penguasa sedikit terang. Ibu Negara sempat mengingatkan Bu Pur untuk tidak main-main dalam sebuah proyek yang melibatkan pejabat. Komunikasi Bu Pur dengan Ibu Negara terjadi melalui pesan singkat alias SMS.
Dari salinan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) yang beredar di kalangan wartawan, Bu Pur mengaku pernah mengirim SMS kepada nomor handphone Ibu Negara. Bu Pur mengirim SMS untuk mengadu ke Ibu Negara karena merasa Andi Mallarangeng marah karena dirinya membantu teman adik iparnya memenangkan proyek pengadaan mebel untuk Rumah Sakit Cedera Atlet di Cibubur, Jakarta Timur, tanpa sepengetahuan Andi sebagai Menpora.
Berikut komunikasi Bu Pur dan Ibu Negara seperti diakui Bu Pur kepada penyidik KPK, saat diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Hambalang, Deddy Kusdinar, pada 28 Mei 2013.
Bu Pur: Ibu Negara, saya merasa tidak enak, niat saya mau melapor kepada Andi Mallarangeng kalau teman adik ipar saya dapat proyek di Kemenpora. Tapi kayaknya dia (Andi) marah.
Ibu Negara: Bu Pur, jangan main-main dengan pejabat, nanti diplintir.
Bu Pur: Saya hanya bantu adik-adik ini.
Komunikasi lewat SMS tersebut terjadi sehari setelah Bu Pur bertemu dengan Andi Malarangeng pada acara Partai Demokrat di Jakarta Convention Center, tahun 2010.
"Dik, terima kasih sudah dibantu, perusahaan teman adik ipar saya sudah dapat proyek mebel," ucap Bu Pur kepada Andi dalam pertemuan itu.
Andi tampak terkejut dan mengatakan, "Ibu (Bu Pur), kok tidak bilang saya?"
"Saya sudah bilang Mak Lim (Sekretaris Andii Mallarangeng," timpal Bu Pur seperti tertera dalam BAP.
[dem]