Berita

Cak Ali: Ajaran Gus Dur Tidak Boleh Ditinggalkan

SABTU, 07 DESEMBER 2013 | 00:34 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Seperti kacang tak lupa kulitnya, ungkapan ini terlihat dipegang erat oleh Ali Masykur Musa terhadap KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur. Cak Ali, panggilan akrabnya, memiliki sejarah kedekatan yang panjang.

Bukan hanya bermula sejak berdirinya PKB dimana Cak Ali pernah menjadi ketua fraksinya, keakraban bergaul dengan Gus Dur bahkan sudah terjalin sejak di dunia pergerakan ketika menjadi Pengurus Besar PMII.

Setelah Gus Dur wafat, Cak Ali masih sering "sowan" kepada Gus Dur. Ketika di Jawa Timur, Anggota Badan Pemeriksa Keuangan RI ini selalu menyempatkan diri ziarah ke makam presiden RI ke-4 tersebut.


Cak Ali mengungkapkan banyak pelajaran dan pembelajaran yang diterimanya dari sosok Gus Dur. Sebagai kader NU yang tumbuh dalam lingkungan pergerakan dan politik, Gus Dur adalah guru besar bagi dirinya.

"Gus Dur adalah inspirasi dan guru terbesar dalam hidup saya," ungkap Cak Ali, saat ditemui wartawan di Surabaya, setelah ziarah dan silaturahmi ke sejumlah kiai di Jombang (Jumat, 6/12).

Cak Ali memang terlihat konsisten memegang prinsip politik kebangsaan yang dibangun oleh Gus Dur. Termasuk di dalamnya adalah prinsip-prinsip kemanusiaan dan demokrasi. Menurut Cak Ali hal tersebut dikarenakan dirinya menganggap bahwa apa yang dicita-citakan oleh Gus Dur kepada Indonesia hingga saat ini belum terwujud.

"Mari kita lihat secara seksama, konflik dan kekerasan atas nama agama dan etnis masih sering terjadi. Melihat hal itu, tidak mungkin rasanya saya meninggalkan prinsip-prinsip kebangsaan yang diajarkan oleh Gus Dur," ujar Ketua Umum Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama ini seperti tertulis dalam ketngpsyang dirmared.

Lebih lanjut Cak Ali menerangkan, impian Gus Dur yang belum tercapai adalah mewujudkan kehidupan bangsa yang demokratis, kesetaraan rakyat di hadapan hukum, dan menegakkan pluralisme di atas fondasi harmoni.

"Itulah impian Gus Dur yang harus kita perjuangkan bersama. Untuk mewujudkan hal itu, toleransi, demokrasi, dan humanisme harus senantiasa seiring sejalan. Tidak boleh ada satupun yang ditinggal," tegas Calon Presiden Konvensi Partai Demokrat ini. [dem]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

Sekjen MPR akan Evaluasi Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar 2026

Senin, 11 Mei 2026 | 18:17

UMKM Binaan Pertamina Catat Potensi Bisnis Rp10,6 Miliar di Inabuyer 2026

Senin, 11 Mei 2026 | 18:12

40 Ormas Tolak Berkas Kasus Ade Armando Cs Dilimpahkan ke Polda Metro

Senin, 11 Mei 2026 | 18:10

Bos PSI Jatim Bagus Panuntun "Puasa Bicara" Setelah 10 Jam Digarap KPK

Senin, 11 Mei 2026 | 18:09

MPR Minta Maaf soal Juri Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar Bikin Gaduh

Senin, 11 Mei 2026 | 17:43

PTC Bukukan Laba Rp152,9 Miliar di Tengah Fluktuasi Industri

Senin, 11 Mei 2026 | 17:43

Warga Sitaro Minta Proses Hukum Bupati Chyntia Kalangin Berjalan Adil

Senin, 11 Mei 2026 | 17:42

Bus Terguling di Tol Sergai, Empat Penumpang Tewas

Senin, 11 Mei 2026 | 17:33

Keberanian Siswi Koreksi Juri LCC Patut Diapresiasi

Senin, 11 Mei 2026 | 17:17

Bank Mandiri Pertegas Komitmen Akselerasi UMKM Naik Kelas di Ajang Inabuyer 2026

Senin, 11 Mei 2026 | 17:14

Selengkapnya