Berita

rizal ramli/net

Politik

Lanjutkan Perjuangan Mandela, Ubah Rezim Korup dan Brutal!

JUMAT, 06 DESEMBER 2013 | 19:08 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Ekonom senior Indonesia yang juga Penasihat Ekonomi Perserikatan Bangsa Bangsa, DR. Rizal Ramli, turut mengungkapkan belasungkawa mendalam atas wafatnya mantan Presiden Afrika Selatan, Nelson Mandela.

Kebesaran dan kehebatan Mandela sebagai pemimpin dunia yang amanah, antikekerasan, humanis dan adil bijaksana tak cukup hanya dikenang masyarakat internasional, tapi harus menjadi teladan.

''Dunia dan kita semua kehilangan Mandela, teladan yang tiada tara abad ini, meneteskan doa dan air mata,'' kata Rizal Ramli kepada wartawan di Jakarta (Jumat, 6/12).
 

 
Nelson Mandela wafat di kediamannya di Johannesburg, Afrika Selatan, di usia 95 tahun. Sosok yang akrab disapa Madiba itu mengembuskan nafas terakhir setelah sebelumnya menjalani perawatan selama 3 bulan akibat infeksi paru-paru dan tuberculosis.

Hal lain yang harus diteladani dari Mandela, kata Rizal Ramli, adalah sikapnya yang pemberani. Seorang pemberani, seperti dikatakan Mandela, bukan saja mereka yang tidak punya rasa takut tetapi mereka yang mampu mengalahkan rasa takut itu sendiri.

Berkali-kali diancam akan dibunuh oleh lawan politiknya, Mandela tak kendur berjuang. Keberanian Mandela menegakkan kebenaran ini juga yang diajarkan oleh Presiden Soekarno buat bangsa ini dan dunia internasional. Tahu akan dibunuh, seperti halnya Mandela, Bung Karno tidak mengeluh. Keberanian Soekarno dan Mandela sangat berharga bagi bangsa bangsa Asia Afrika dan Dunia Ketiga.

"Mati dan hidup ada di tangan Tuhan. Kalau saya harus mati ditembak, ya saya akan mati tertembak. Tapi kalau takdir saya tidak mati tertembak, biarpun ditembak berkali-kali, Insya Allah saya tidak akan mati," ujar Rizal Ramli yang didorong akademisi dan aktivis pergerakan maju sebagai calon presiden, mengutip pernyataan Soekarno.

Perjuangan Mandela, sejak dari penjara sampai menjadi presiden, telah membebaskan Afrika Selatan dan seluruh dunia. Seperti halnya Bung Karno, Mandela mengajarkan pentingnya menghapus ketidakadilan. Atas wafatnya tokoh anti apartheid itu, dunia tentu sangat kehilangan.

"Mandela telah mengubah Afrika dan dunia tetapi belum mengubah rezim-rezim korup dan brutal. Pesan moral perjuangan Mandela harus kita teruskan, salah satunya mewujudkan perekonomian yang mensejahterakan seluruh rakyat. Bukan seperti sikap pemerintah saat ini, ramah pada pemodal asing," demikian Rizal Ramli, Menko Perekonomian era Pemerintahan Abdurrahman Wahid.[dem]

Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

UPDATE

KPK Panggil 13 Saksi Kasus Mantan Wamen Imipas Silmy Karim

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:22

Gugatan PT KSS, Ahli Nilai Keputusan Kemenhub Timbulkan Konsekuensi Hukum

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:21

Mengenal Taufik Hidayat, Lelaki Paling Kejam Abad Ini

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:12

Laporan HAM PBB Sebut Israel Sengaja Targetkan Anak-Anak Palestina

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:01

Jakarta 499 Tahun: Birokrasi Modern Belum Cukup Tanpa Perspektif HAM.

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:00

BKKBN: 8,1 Juta Keluarga di Indonesia Berisiko Stunting

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:41

Kisah Mantri Perempuan BRI Tempuh Pegunungan Toraja untuk Layani Nasabah di Wilayah 3T

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:29

Konbes–Munas NU Ploso Diwarnai Aksi Intimidasi dan Motif Kepentingan Pribadi

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:28

Prabowo Dianugerahi Lencana Emas Adi Bakti Tani-Nelayan Maha Utama

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:24

KPK Panggil Mulyono di Kasus Suap Bupati Muara Enim Edison

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:18

Selengkapnya