Berita

Bisnis

Akuisisi PGN oleh Pertamina Langkah Mundur

JUMAT, 06 DESEMBER 2013 | 15:56 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Direktur Investigasi dan Advokasi Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra), Ucok Sky Khadafi, menilai rencana PT Pertamina (Persero) mengakuisisi PT Perusahaan Gas Negara Tbk merupakan langkah kemunduran dalam tata kelola migas. Pasalnya, pola bisnis yang dianut Pertamina selama ini kerap menimbulkan masalah dan belum bisa membuktikan bisnisnya secara sehat.
 
Hal itu, menurut Ucok, terlihat dari berbagai masalah yang belum bisa dituntaskan Pertamina. Dia memberikan contoh soal keberadaan anak usaha Pertamina, Pertamina Energy Trading (Petral) Ltd di Singapura yang selalu menimbulkan polemik. Belum lagi soal alih saham blok gas metana batubara (coalbed methane/CBM) yang diberikan ke PT Sugico Graha.

"Publik tahu, Pertamina itu selalu bermasalah. Isu mafia minyak juga tidak bisa diselesaikan oleh Pertamina. Masak perusahaan bermasalah mau mengakuisisi perusahaan yang notabene sudah berjalan sehat (PGN)," kata dia dalam keterangannya  (Kamis, 5/12).
 

 
PGN, dikatakan Ucok, selama ini telah membuktikan menjadi perusahaan clean. Sebab, PGN merupakan perusahaan BUMN dan publik (terbuka) yang telah tercatat di bursa saham.

"Publik bisa mengetahui secara transparan soal bisnis di PGN, beda dengan di Pertamina," ujar dia.
 
Dia menambahkan, isu merger PGN ke Pertamina kemungkinan terkait potensi bahwa seluruh pipa gas yang telah dibangun PGN akan dibuka aksesnya kepada semua perusahaan swasta yang berminat menjual gas. Jika itu terjadi, maka seluruh broker gas dapat memanfaatkan fasilitas negara, tanpa campur tangan pemerintah dalam penetapan margin dan keuntungannya.
 
"Ini ancaman. Pertamina ingin menjadi trader kembali, membuat tata kelola perusahaan (good corporate governance/GCG) yang selama ini dibangun akan mengalami kemunduran. Pertamina ingin seperti dulu lagi, menguasai sumber migas, namun ketika itu yang terjadi bukan memberi kontribusi kepada negara melainkan terjadi korupsi secara besar-besaran," tegas Ucok.

Ucok menilai, perseteruan pengelolaan gas dengan solusi menggabungkan PGN ke dalam Pertamina justru menguntungkan bagi trader yang tidak bisa membangun infrastruktur gas. Namun, Ucok mendukung bila anak usaha Pertamina, PT Pertamina Gas (Pertagas) menjadi anak usaha PGN. Sebab, keduanya memiliki entitas bisnis yang sama.
"Pertamina bisa focus bergerak di hulu, khususnya soal eksplorasi minyak, sementara PGN fokus di hilir untuk memperkuat bisnis gasnya," ujar dia.[dem]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

Sekjen MPR akan Evaluasi Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar 2026

Senin, 11 Mei 2026 | 18:17

UMKM Binaan Pertamina Catat Potensi Bisnis Rp10,6 Miliar di Inabuyer 2026

Senin, 11 Mei 2026 | 18:12

40 Ormas Tolak Berkas Kasus Ade Armando Cs Dilimpahkan ke Polda Metro

Senin, 11 Mei 2026 | 18:10

Bos PSI Jatim Bagus Panuntun "Puasa Bicara" Setelah 10 Jam Digarap KPK

Senin, 11 Mei 2026 | 18:09

MPR Minta Maaf soal Juri Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar Bikin Gaduh

Senin, 11 Mei 2026 | 17:43

PTC Bukukan Laba Rp152,9 Miliar di Tengah Fluktuasi Industri

Senin, 11 Mei 2026 | 17:43

Warga Sitaro Minta Proses Hukum Bupati Chyntia Kalangin Berjalan Adil

Senin, 11 Mei 2026 | 17:42

Bus Terguling di Tol Sergai, Empat Penumpang Tewas

Senin, 11 Mei 2026 | 17:33

Keberanian Siswi Koreksi Juri LCC Patut Diapresiasi

Senin, 11 Mei 2026 | 17:17

Bank Mandiri Pertegas Komitmen Akselerasi UMKM Naik Kelas di Ajang Inabuyer 2026

Senin, 11 Mei 2026 | 17:14

Selengkapnya