Berita

Politik

Rizal Ramli: Indonesia Butuh Pemimpin Berkualitas

KAMIS, 05 DESEMBER 2013 | 16:04 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Indonesia berada di simpang jalan. Apabila Pemilu 2014 salah memilih pemimpin, maka harus ditebus dengan lima tahun yang sia-sia. Bahkan boleh jadi selama 10 tahun ke depan tidak ada perbaikan yang dicapai.

Begitu disampaikan ekonom senior DR. Rizal Ramli dalam acara Sarasehan Nasional "Pesan Moral Politik Menyongsong Pemilu 2014" di Gedung Joang Jakarta (Kamis, 5/12). Selain Rizal Ramli, saresehan yang diselenggarakan Dewan Harian Nasional 45 bekerjasama dengan Forum Komunikasi Kesadaran Bela Negara ini juga menghadirkan mantan Wakil Presiden Jend (purn) TNI Try Sutrisno, Ketua DHN 45 Letjen (purn) Marinir Suharto, dan Wakil Ketua MPR Hj. Meilani Leimena Suharli.

Rizal Ramli mengatakan pemimpin sangat menentukan dalam arah kemajuan sebuah bangsa. Ekonomi Indonesia kini jauh tertinggal dari Korea Selatan apalagi Jepang. Kesuksesan Jepang dan Korsel dicapai karena dua negara itu dipimpin oleh orang yang benar-benar membela kepentingan rakyatnya, dan bukan disetir bahkan "mengabdi" untuk kepentingan asing.


Pada tahun 1970 pendapatan perkapita penduduk Korea Selatan rata-rata 100 dolar AS, tapi kini menjadi 25 ribu dolar AS. Indonesia di tahun yang hampir sama, juga mulai melakukan pembangunan di bawah kendali Soeharto. Tapi pendapatan perkapita kita kini sebesar 4 ribu dolar AS. Sementara Jepang, katanya, bisa mengejar ketertinggalan dari negara maju setelah diluluhlantakan bom atom hanya dalam waktu 20 tahun.

"Kenapa Indonesia tidak bisa mengejar ketertinggalan politik dan ekonomi? Korea sangat menjaga nasionalismenya, sedangkan Indonesia justru meninggalkan nasionalisme. Bahkan Indonesia dicekoki oleh kepentingan asing dan disetir oleh asing. Tak hanya pemimpin, banyak intelektual Indonesia juga kebelinger dan berpihak pada kepentingan asing," papar Rizal Ramli yang didorong banyak kalangan untuk maju sebagai capres pada pemilu mendatang.

Brazil dicontohkan Rizal Ramli, juga menunjukkan pentingnya peran pemimpin bagi kemajuan bangsanya. Negeri Samba itu berhasil maju di bawah kendali Presiden Lula hanya dalam waktu delapan tahun. Lula berhasil mengubah rakyat Brazil tidak lagi miskin, berhasil menekan angka pengangguran yang mencapai 40 juta orang, dan semua kebutuhan dalam negerinya tak lagi dipenuhi dengan barang-barang impor.

Kata Rizal Ramli, bukan mimpi bila Indonesia juga bisa bangkit seperti Jepang, Korsel, dan bahkan mengejar kemajuan negara-negara barat. Syaratnya tentu Negara harus dipimpin oleh kader bangsa yang benar-benar berkualitas. Untuk bisa bangkit dan mengejar ketertinggalan, pemimpin harus bisa menciptakan pertumbuhan ekonomi Indonesia tidak cukup sebesar 6 persen seperti yang dicapai saat ini. Selain berkualitas, pemimpin yang diperlukan Indonesia juga harus punya visi, dan karakter.

"Makanya, Pemilu 2014 kita harus serius memilih pemimpin. Pilih pemimpin yang terbaik, pemimpin yang berkualitas," katanya.[dem]

Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

UPDATE

KPK Panggil 13 Saksi Kasus Mantan Wamen Imipas Silmy Karim

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:22

Gugatan PT KSS, Ahli Nilai Keputusan Kemenhub Timbulkan Konsekuensi Hukum

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:21

Mengenal Taufik Hidayat, Lelaki Paling Kejam Abad Ini

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:12

Laporan HAM PBB Sebut Israel Sengaja Targetkan Anak-Anak Palestina

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:01

Jakarta 499 Tahun: Birokrasi Modern Belum Cukup Tanpa Perspektif HAM.

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:00

BKKBN: 8,1 Juta Keluarga di Indonesia Berisiko Stunting

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:41

Kisah Mantri Perempuan BRI Tempuh Pegunungan Toraja untuk Layani Nasabah di Wilayah 3T

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:29

Konbes–Munas NU Ploso Diwarnai Aksi Intimidasi dan Motif Kepentingan Pribadi

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:28

Prabowo Dianugerahi Lencana Emas Adi Bakti Tani-Nelayan Maha Utama

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:24

KPK Panggil Mulyono di Kasus Suap Bupati Muara Enim Edison

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:18

Selengkapnya