Berita

Politik

KTM WTO-9

Jangan Ada Negosiasi di Bali!

RABU, 04 DESEMBER 2013 | 17:16 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Kelompok masyarakat sipil yang tergabung dalam jaringan global Our World Is Not for Sale (OWINFS) dan International Trade Union Confederation (ITUC) hadir di Bali untuk menyuarakan pendapat mereka pada Konferensi Tingkat Menteri (KTM) Organisasi Perdagangan Dunia atau World Trade Organization (WTO) ke-9 yang digelar di Bali pada Rabu (4/11).

Perwakilan kelompok masyarakat sipil yang datang dari 31 negara tersebut membentangkan berbagai spanduk dengan tulisan tangan berisi seruan dan protes, antara lain "USA: Hands off our food'; 'No Negotiations in
Bali'; dan 'No Chair’s Text".

Dalam keterangan yang diterima redaksi sesaat lalu (Rabu, 4/12) mereka menyebut subsidi pertanian negara-negara maju merupakan sebuah kemunafikan, dan negara-negara maju belum memblokir subsidi bagi ketahanan pangan di negara-negara berkembang. Mereka meneriakkan bahwa anggota WTO harus setuju pada paket kebijakan bagi Least Developed Countries (LDC) yang sudah dinegosiasikan, dan tidak membuat kesepakatan yang memberikan dampak buruk bagi fasilitas perdagangan negara-negara berkembang.

Dalam keterangan yang diterima redaksi sesaat lalu (Rabu, 4/12) mereka menyebut subsidi pertanian negara-negara maju merupakan sebuah kemunafikan, dan negara-negara maju belum memblokir subsidi bagi ketahanan pangan di negara-negara berkembang. Mereka meneriakkan bahwa anggota WTO harus setuju pada paket kebijakan bagi Least Developed Countries (LDC) yang sudah dinegosiasikan, dan tidak membuat kesepakatan yang memberikan dampak buruk bagi fasilitas perdagangan negara-negara berkembang.

Untuk diketahui, LDC merupakan kelompok negara yang diklasifikasi oleh PBB sebagai negara 'terbelakang' dalam hal pendapatan nasional yang rendah, aset sumber daya manusia yang rendah, dan tingginya kerentanan ekonomi. Setidaknya terdapat 50 negara yang dikategorikan sebagai LDC.

Selain itu, kelompok masyarakat sipil juga mendesak anggota WTO untuk menghargai menteri non-negosiasi, mengingat banyak negara berkembang yang tidak mengirim delegasi tingkat tinggi ke Bali ketika Direktur Jendral WTO mengumukan minggu lalu bahwa negosasi tidak akan terjadi di Bali. Hal tersebut membuat negara berkembang pada keadaan yang
tidak menguntungkan dan hanya akan menghasilkan kesepakatan yang berdampak buruk.

Oleh karena itu, kelompok masyarakat sipil tersebut menuntut anggota WTO untuk memperbaiki ketidakadilan dalam sistem perdagangan global. Mereka juga menuntut agar WTO mempertahankan ruang kebijakan untuk pertumbuhan dan pengambangan pekerjaan serta kedaulatan dan ketahanan pangan bagi LDC.

Kelompok masyarakat sipil tersebut datang dari sejumlah negara antara lain adalah Australia, Bangladesh, Belgia, Brazil, Perancis, Ghana, Hong Kong, India, Indonesia, Italia, Jepang, Kenya, Lebanon, Malawi, Malaysia, Mauritius, Nepal, Belanda, Selandia Baru, Nigeria, Norwegia, Filipina, Rusia, Senegal, Afrika Selatan, Suriname, Swiss, Tanzania, Amerika Serikat, Uganda, Inggris, dan Zimbabwe.[dem]

Populer

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Kasi Intel-Pidsus Kejari Ponorogo Terseret Kasus Korupsi Bupati Sugiri

Rabu, 21 Januari 2026 | 14:15

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

Eggi Sudjana Kerjain Balik Jokowi

Selasa, 20 Januari 2026 | 15:27

Jokowi Sulit Mengelak dari Tuduhan Ijazah Palsu

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:15

UPDATE

Indeks Persepsi Korupsi RI Tetap Rendah, Padahal Rajin Nangkap Koruptor

Kamis, 22 Januari 2026 | 14:17

Adu Prospek Sesi II: BNBR-BRMS-BUMI, Mana yang Lebih Tangguh?

Kamis, 22 Januari 2026 | 14:11

Sandiaga Uno: Jangan Masuk Politik karena Uang

Kamis, 22 Januari 2026 | 14:06

Grup Bakrie Jadi Sorotan, Saham DEWA dan BRMS Pimpin Pergerakan di Sesi Siang

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:56

Angkot Uzur Tak Boleh Lagi Wara Wiri di Kota Bogor

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:53

BNBR Fluktuatif di Sesi I: Sempat Bertahan di Rp230, Kini Menguji Level Support Rp200

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:48

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Sufmi Dasco Tegaskan Pilpres Tetap Dipilih Rakyat Langsung

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:35

Ekspor Ekonomi Kreatif RI Catat Tren Positif

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:29

Aplikasi jadi Subsektor Tertinggi Investasi Ekonomi Kreatif

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:16

Selengkapnya