Berita

Dunia

9 Mantan Dubes Minta Obama Dukung Perdamaian Sahara Barat

RABU, 04 DESEMBER 2013 | 09:02 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Sembilan mantan dutabesar Amerika Serikat untuk Kerajaan Maroko mengirimkan sepucuk surat kepada Presiden Barack Hussein Obama. Di dalam surat itu, kesembilan mantan dubes tersebut mengingatkan Presiden Obama bahwa Maroko adalah sahabat lama Amerika Serikat sejak Amerika Serikat didirikan. Maroko adalah salah satu negara pertama yang mengakui kemerdekaan Amerika Serikat.

Surat itu dikirimkan beberapa hari sebelum Raja Muhammad VI bertemu dengan Presiden Obama di Washington DC bulan lalu.

Mereka mengutip surat yang dikirimkan Presiden George Washington kepada Raja Muhammad III pada tanggal 1 Desember 1789. Di dalam surat itu Washington mengucapkan terima kasih atas dukungan yang diberikan Maroko kepada Amerika Serikat yang baru melepaskan diri dari kolonialisasi Inggris.


Kesembilan mantan dubes yang menyampaikan dukungan terhadap upaya memperkuat hubungan kedua negara itu adalah Samuel L. Kaplan, Thomas Rilley, Margaret D. Tutwiler, Edward M. Gabriel, Marc Ginsburg, Frederick Vreeland, Michael Ussery, Thomas Nassif, dan Joseph Verner Reed, Jr.

"Maroko terus menerus berpegang teguh pada jalan reformasi yang mereka pilih dan membutuhkan bantuan politik AS untuk mengkonsolidasi agenda reformasi mereka dan memberikan kontribusi untuk stabilitas kawasan Afrika Utara," tulis kesembilan mantan dubes itu.

Juga dituliskan bahwa AS bisa memulai bantuan itu dengan memberikan dukungan kepada Maroko yang sedang berjuang menyelesaikan persoalan dengan kelompok separatis Polisario yang didukung Aljazair. Mereka memuji proposal otonomi khusus yang ditawarkan Polisario sebagai jalan keluar yang paling kredibel dan bermartabat.

"Ini saatnya bagi Amerika Serikat untuk membuat keputusan yang jelas di Dewan Keamanan PBB juga di tempat lain bahwa ini (otonomi khusus) adalah satu-satunya cara untuk menyelesaikan konflik," tulisa mereka lagi.

Presiden Obama juga diingatkab bahwa 50 tahun lalu, Raja Hassan II bertemu dengan Presiden John F. Kennedy. Di dalam pertemuan itu Raja Hassan II yang adalah ayah dari Raja Muhammad VI mengatakan bahwa kunjungan itu adalah bukti kedua negara memiliki hubungan baik yang terentang sejak lama. Juga diharapkan pertemuan Hassan II dan Kennedy itu dapat menjadi jalan untuk memperkuat hubungan kedua negara dan memperkokoh kemerdekaan, perdamaian dan martabat kemanusiaan di dunia. [dem]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

324 Hunian Layak untuk Warga Bantaran Rel Senen Rampung Juni 2026

Senin, 06 April 2026 | 18:15

Kasus Amsal Sitepu Harus jadi Refleksi Penegakan Hukum

Senin, 06 April 2026 | 17:59

WFH Jumat Tak Boleh Ganggu Produktivitas

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Putri Zulhas Ngaku Belum Tahu Gugatan Pengosongan Rumah

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Petinggi Tiga Travel Haji Dicecar KPK soal Perolehan Keuangan Tidak Sah

Senin, 06 April 2026 | 17:37

Konversi LPG ke Jargas

Senin, 06 April 2026 | 17:25

Prabowo Naikkan Target Bedah Rumah Tahun Ini Jadi 400 Ribu Unit

Senin, 06 April 2026 | 17:21

Impor Sparepart Pesawat dapat Insentif Bea Masuk Nol Persen

Senin, 06 April 2026 | 17:12

Sahroni Cabut Laporan Terhadap Influencer Indira dan Rena

Senin, 06 April 2026 | 16:59

PB Orado: Turnamen Domino Jatim Fondasi Menuju Kejurnas

Senin, 06 April 2026 | 16:55

Selengkapnya