Berita

Forum Gema 77-78: MA Harus Lakukan Perubahan Sistematik!

SELASA, 03 DESEMBER 2013 | 00:28 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Mahkamah Agung (MA) merupakan benteng terakhir keadilan di Indonesia. Tetapi karena menjadi benteng terakhir, sudah menjadi rahasia umum bahwa MA selama ini justru dirongrong oleh suap bagi para pencari keadilan yang menghalalkan segala cara.

Akibatnya, banyak vonis MA yang janggal dan justru bertentangan dengan undang - undang, hukum, serta rasa keadilan masyarakat. Bahkan pelaku koruptor, gembong narkoba, dan kejahatan perdagangan diberi hukuman ringan bahkan vonis bebas.

Begitu disampaikan S. Indro Tjahyono di Gedung MA, Jakarta (Senin, 2/12). Pernyataan sikap itu disampaikan Indro Koordinator Delegasi Forum Aktivis Gerakan Mahasiswa 77-78 (Forum Gema 77-78) usai berkunjung ke MA bersama sejumlah eksponen Forum Gema 77-78 dan diterima oleh Hakim Agung Suroso dan Kepala Humas MA, Ridwan Mansyur.


"Sejarah kelam MA ini harus segera dihentikan dengan melakukan perubahan yang sistematik, sehingga MA sungguh-sungguh menjadi benteng terakhir keadilan seperti kehendak Konstitusi," tegasnya.

MA, kata Indro, harus segera melakukan penataan kembali secara kelembagaan dan melakukan perubahan yang sistemik dalam memproses tuntutan keadilan pada jenjang sistem peradilan tertinggi.

"MA harus berani menegakan keadilan tanpa pandang bulu dan tanpa diskriminasi, walaupun terhadap oknum-oknum yang memiliki jabatan tinggi dalam pemerintahan atau lembaga Negara lainnya," tekannya.

Selain itu, masih kata Indro, perubahan radikal yang harus dilakukan MA adalah menghukum seberat-beratnya dan memiskinkan koruptor yang selama ini tidak pernah jera walaupun telah divonis oleh pengadilan tingkat pertama dan tingkat kedua.

"Ketua MA dan Komisi Yudisial harus berani menindak tegas jajaran hakim MA dan staf MA yang jelas-jelas menjadi bagian dari makelar kasus dan mafia peradilan," tambah Indro lagi.[dem]

Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

UPDATE

KPK Panggil 13 Saksi Kasus Mantan Wamen Imipas Silmy Karim

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:22

Gugatan PT KSS, Ahli Nilai Keputusan Kemenhub Timbulkan Konsekuensi Hukum

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:21

Mengenal Taufik Hidayat, Lelaki Paling Kejam Abad Ini

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:12

Laporan HAM PBB Sebut Israel Sengaja Targetkan Anak-Anak Palestina

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:01

Jakarta 499 Tahun: Birokrasi Modern Belum Cukup Tanpa Perspektif HAM.

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:00

BKKBN: 8,1 Juta Keluarga di Indonesia Berisiko Stunting

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:41

Kisah Mantri Perempuan BRI Tempuh Pegunungan Toraja untuk Layani Nasabah di Wilayah 3T

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:29

Konbes–Munas NU Ploso Diwarnai Aksi Intimidasi dan Motif Kepentingan Pribadi

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:28

Prabowo Dianugerahi Lencana Emas Adi Bakti Tani-Nelayan Maha Utama

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:24

KPK Panggil Mulyono di Kasus Suap Bupati Muara Enim Edison

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:18

Selengkapnya