Ketua Umum Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama Ali Masykur Musa menyatakan bahwa pembentukan wajah Indonesia ditentukan oleh kemampuan para pendidiknya. Menurut dia, dalam menghadapi era globalisasi peran para pendidik atau guru akan semakin sentral untuk meningkatkan kualitas manusia Indonesia.
"Guru lebih dari sekedar penyampai ilmu, tetapi juga sosok yang diharapkan mampu membentuk kepribadian bangsa yang cerdas dan tangguh," katanya dalam acara Seminar Pendidik Smart di Hotel Luwansa Palangkaraya Kalimantan Tengah, Senin (2/12).
Para guru, kata intelektual muda ini, merupakan sosok yang bisa menyatukan otak, ketrampilan, dan spiritual. Menyatunya ketiga hal tersebut adalah kunci para guru untuk membina manusia Indonesia. Oleh karena itu kata Cak Ali, demikian Anggota BPK RI ini disapa, pendidikan kompetensi saja tidak cukup. Anak didik juga harus dibekali dengan pendidikan leadership dan entrepreneurship.
"Jadi, dalam diri murid akan terjalin ikatan yang kuat antara ketajaman intelektualitas, kedalaman hati, dan kedewasaan dalam bertindak," paparnya.
Menurut Cak Ali seperti tertulis dalam keterangan persnya, hal itu sejalan dengan hakekat pendidikan dalam konteks pembangunan nasional, yaitu sebagai pemersatu bangsa, pemberi hak dan kesempatan yang sama, dan pengembangan potensi diri.
"Esensi pendidikan adalah memanusiakan manusia, bukan menciptakan robot-robot. Dengan lahirnya manusia Indonesia yang berkualitas, keutuhan bangsa semakin erat dan setiap warga negara mampu berpartisipasi dan mengembangkan potensinya. Hal ini sangat penting karena negara Indonesia saat ini di hadapkan masalah lunturnya etika sosial dan kebangsaan," tandas Calon Presiden Konvensi Partai Demokrat ini.
[dem]