Berita

net

Politik

Aristides Katoppo: Konvensi Rakyat Bebas Politik Uang!

SENIN, 02 DESEMBER 2013 | 17:17 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Munculnya Konvensi Rakyat yang digagas sejumlah rohaniawan dan akademisi bisa dimaknai sebagai jalan terang bagi calon presiden alternatif. Kader-kader terbaik bangsa yang selama ini tidak terwadahi dalam partai politik maupun organisasi politik manapun, bisa mencalonkan dirinya demi memperbaiki nasib bangsa ke depan.

"Dalam proses penjaringannya, Konvensi Rakyat jauh dari proses-proses yang tidak demokratis dan bebas politik uang," ujar Anggota Komite Konvensi, Aristides Katoppo, kepada wartawan di Jakarta (Senin, 2/12).

Menurut tokoh pers senior ini, Konvensi Rakyat akan berupaya untuk menjaga kredibilitas Konvensi dengan menjauhkan hal-hal yang sifatnya antidemokrasi dan politik uang. Karena politik uanglah yang selama ini menjadikan proses politik di Indonesia sangat mahal.


"Semestinya partai politik berpikir untuk mengambil calon yang nantinya muncul dari Konvensi Rakyat, sebagai bentuk keberpihakan partai politik terhadap rakyat," kata Aristides.

Menanggapi kritik yang selama ini dilontarkan sejumlah tokoh partai politik bahwa hanya parpol yang bisa mengajukan calon presiden, Aristides tidak menampiknya. Menurutnya, justru dengan hak politik tersebut parpol serius untuk mencari calon presiden yang benar-benar diinginkan oleh rakyat. Bahkan pendiri Harian Sinar Harapan ini mencontohkan, pemilihan umum kepala daerah (Pilkada) saja sudah mengakomodasi adanya calon independen.

"Masak parpol tidak memikirkan hal ini di tingkat pemilihan presiden?" ucapnya.

Dalam catatan Aristides, masyarakat saat ini sedang mengalami krisis kepercayaan terhadap partai politik akibat banyaknya orang partai yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) karena korupsi.

"Hal ini harus diantisipasi parpol dengan bijaksana dan merangkul rakyat dengan cara mengakomodasi calon-calon yang muncul dari Konvensi Rakyat," katanya. [dem]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

Sekjen MPR akan Evaluasi Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar 2026

Senin, 11 Mei 2026 | 18:17

UMKM Binaan Pertamina Catat Potensi Bisnis Rp10,6 Miliar di Inabuyer 2026

Senin, 11 Mei 2026 | 18:12

40 Ormas Tolak Berkas Kasus Ade Armando Cs Dilimpahkan ke Polda Metro

Senin, 11 Mei 2026 | 18:10

Bos PSI Jatim Bagus Panuntun "Puasa Bicara" Setelah 10 Jam Digarap KPK

Senin, 11 Mei 2026 | 18:09

MPR Minta Maaf soal Juri Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar Bikin Gaduh

Senin, 11 Mei 2026 | 17:43

PTC Bukukan Laba Rp152,9 Miliar di Tengah Fluktuasi Industri

Senin, 11 Mei 2026 | 17:43

Warga Sitaro Minta Proses Hukum Bupati Chyntia Kalangin Berjalan Adil

Senin, 11 Mei 2026 | 17:42

Bus Terguling di Tol Sergai, Empat Penumpang Tewas

Senin, 11 Mei 2026 | 17:33

Keberanian Siswi Koreksi Juri LCC Patut Diapresiasi

Senin, 11 Mei 2026 | 17:17

Bank Mandiri Pertegas Komitmen Akselerasi UMKM Naik Kelas di Ajang Inabuyer 2026

Senin, 11 Mei 2026 | 17:14

Selengkapnya