Berita

sutan bhatoegana/net

Hukum

Sutan: Tri Yulianto Bilang Demi Allah Tidak Terima US$ 200 Ribu dari Rudi Rubiandini

SENIN, 02 DESEMBER 2013 | 13:50 WIB | LAPORAN:

Ketua Komisi VII DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat, Sutan Bhatoegana, mengklarifikasi pemberitaan yang menyebut anggota Dewan, terutama Komisi VII yang membidangi energi, terlibat permainan kotor di SKK Migas. Sutan sendiri dikabarkan pernah meminta uang tunjangan hari raya (THR) kepada Kepala SKK Migas saat itu, Rudi Rubiandini.

Informasi Sutan meminta THR dari Rudi diperoleh dari berita acara pemeriksaan (BAP) Rudi yang bocor dan beredar di kalangan wartawan. Di dalam BAP tersebut, Rudi mengatakan bahwa Sutan sempat meminta THR pada awal bulan puasa 2013. THR itu disebut untuk anggota Komisi VII DPR.

"Pertama, berita itu muncul dari BAP yang tidak jelas. Ada nama saya. Saya bantah dan terus muncul nama lain, muncul nama Tri Yulianto (anggota Komisi VII fraksi Demokrat)," ujar Sutan kepada wartawan di ruang sidang Komisi VII DPR, Senayan, Jakarta, Senin (2/12).


Dirinya mengklaim sudah memangil Tri Yulianto dan menanyakan apakah pernah menerima uang US$ 200 ribu dari Rudi Rubiandini untuk keperluan THR.  "Pimpinan memanggilnya dan dia bilang 'Demi Allah'. Kalau begitu apa yang kita pegang?" ucapnya.

Ketika ditanyakan ke manakah Tri Yulianto saat ini, Sutan cuma mengatakan koleganya yang berstatus caleg DPR dari Dapil Jakarta I itu sedang sakit dan menjalani operasi.

Masih menurut dia, tidak ada larangan anggota Dewan bertemu Kepala SKK Migas. Dia akui memang pernah bertemu Rudi, tetap itu atas undangan Rudi.

"Jadi bukan ketemu tidak karuan seperti di BAP," tegasnya.

Dia lagi-lagi membantah pernyataan Rudi Rubiandini di persidangan yang mengatakan Komisi VII DPR RI meminta uang THR kepada SKK Migas.

"Tidak ada orang yang didelegasikan untuk minta-minta," ucapnya.

Sutan pun heran dengan langkah KPK yang mengirim surat pencegahan terhadap salah satu pendiri Partai Demokrat yang jadi tenaga ahlinya di DPR, Iryanto Muchyi, terkait kasus dugaan suap di lingkungan SKK Migas.

"Saya tidak tahu kenapa dicegah.  Iriyanto pun sudah saya tanya dan dia bilang tidak tahu apa-apa, Jadi serahkan saja ke KPK," tegasnya. [ald]

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

KPK Sita Aset Rp22 Miliar Milik Anwar Sadad, Mulai Rumah hingga SPBE

Rabu, 22 Juli 2026 | 20:42

UPDATE

Pencalonan Kaesang di Solo Raya Sinyal Perang Terbuka PSI vs PDIP

Senin, 27 Juli 2026 | 10:23

Araghchi Ancam Balas Serangan Ukraina ke Kapal Dagang Iran

Senin, 27 Juli 2026 | 10:23

Istana Tegaskan Mundurnya Perry Warjiyo Murni Keputusan Pribadi

Senin, 27 Juli 2026 | 10:13

Kejaksaan Harus Jawab Klaim Kriminalisasi Febrie dengan Bukti

Senin, 27 Juli 2026 | 10:04

KPK Dalami Aliran Dana yang Diduga Disiapkan Bupati Kuansing untuk Raja Juli

Senin, 27 Juli 2026 | 09:57

Penyaluran Bansos Lewat Kopdes Perlu SOP yang Ketat

Senin, 27 Juli 2026 | 09:51

IHSG Merah, Rupiah Ambruk ke Rp17.976 per Dolar AS Usai Gubernur BI Mundur

Senin, 27 Juli 2026 | 09:47

Kasatnarkoba Polres Tangsel Ditangkap Bareskrim

Senin, 27 Juli 2026 | 09:37

Pengamat: Sulit bagi Kaesang dan PSI Kuasai Solo Raya

Senin, 27 Juli 2026 | 09:34

Perjalanan Karier dan Rekam Jejak Perry Warjiyo di Kepemimpinan Bank Indonesia

Senin, 27 Juli 2026 | 09:25

Selengkapnya