Berita

Politik

JELANG PEMILU 2014

PDIP Unggul Tipis Atas Golkar, Gerindra Kuda Hitam

MINGGU, 01 DESEMBER 2013 | 18:39 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Elektabiltas PDIP unggul tipis atas Golkar, sementara elektabilitas Demokrat semakin menurun. PDIP menjadi partai pilihan publik dan mampu menggesar elektabilitas Partai Demokrat sebagai pemenang Pemilu 2009 dan Partai Golkar sebagai pemenang Pemilu 2004.

Begitu kesimpulan hasil survei yang dilakukan oleh Lembaga Survei Independen Nusantara (LSIN). Survei dilakukan 1-15 Oktober 2013, dan melibatkan 1.500 responden dari 34 Provinsi di Indonesia ditambah beberapa responden dari luar negeri yang memiliki hak pilih pada Pemilu mendatang.

"Jika Pemilu dilaksanakan hari ini, responden sebagian besar memilih PDIP disusul Partai Golkar, Partai Demokrat, Gerindra dan PKS," ujar Direktur eksekutif LSIN, Yasin Mohammad, di Jakarta (Minggu, 1/12).


Tingkat keterpilihan PDIP sebesar 17,3%, disusul Golkar 16,2% dan Partai Demokrat 13,1%. Menyusul diurutan empat Partai Gerindra dengan elektabilitas sebesar 10,0%, kemudian PKS 6,1%, PAN 5,0%, PKB 4,5%, Hanura 4,3%, PPP 4,1%, Nasdem 3,6%, PBB 2,5%, dan PKPI 1,4%.

"Selebihnya, 10,9% responden belum menentukan pilihan," imbuh Yasin.

Yasin mengatakan telah terjadi perubahan peta kecenderungan pemilih dibanding pemilu 2009, dimana Partai Demokrat menjadi pemenang Pemilu dengan perolehan suara 20,85% disusul Golkar 14,45% dan PDIP 14,03%. Pada Pemilu 2014 mendatang akan terjadi perseteruan sengit tiga parpol besar pemilu 2009 tersebut dengan Gerindra sebagai kuda hitam.

"Jika tidak ada kesalahan besar yang dilakukan PDIP dan tidak ada inovasi cemerlang yang dibuat oleh partai lain, maka PDIP akan mengulangi sejarah Pemilu 1999 dan menjadi pemenang pemilu 2014," demikian Yasin.

Survei LSIN ini mengambil sampel sepenuhnya secara acak (probability sampling) dengan memperhatikan urban atau rural dan proporsi antara jumlah sampel dengan jumlah penduduk di setiap Provinsi. Tingkat kepercayaan survei sebesar 95% dengan margin of error sebesar plus minus 3,1%.[dem]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

Sekjen MPR akan Evaluasi Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar 2026

Senin, 11 Mei 2026 | 18:17

UMKM Binaan Pertamina Catat Potensi Bisnis Rp10,6 Miliar di Inabuyer 2026

Senin, 11 Mei 2026 | 18:12

40 Ormas Tolak Berkas Kasus Ade Armando Cs Dilimpahkan ke Polda Metro

Senin, 11 Mei 2026 | 18:10

Bos PSI Jatim Bagus Panuntun "Puasa Bicara" Setelah 10 Jam Digarap KPK

Senin, 11 Mei 2026 | 18:09

MPR Minta Maaf soal Juri Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar Bikin Gaduh

Senin, 11 Mei 2026 | 17:43

PTC Bukukan Laba Rp152,9 Miliar di Tengah Fluktuasi Industri

Senin, 11 Mei 2026 | 17:43

Warga Sitaro Minta Proses Hukum Bupati Chyntia Kalangin Berjalan Adil

Senin, 11 Mei 2026 | 17:42

Bus Terguling di Tol Sergai, Empat Penumpang Tewas

Senin, 11 Mei 2026 | 17:33

Keberanian Siswi Koreksi Juri LCC Patut Diapresiasi

Senin, 11 Mei 2026 | 17:17

Bank Mandiri Pertegas Komitmen Akselerasi UMKM Naik Kelas di Ajang Inabuyer 2026

Senin, 11 Mei 2026 | 17:14

Selengkapnya