Seni beladiri khas Korea Selatan, taekwondo dihadirkan dalam panggung pertunjukan bertajuk 'Taekwondo Absolute Legend' atau TAL pada Jumat malam (29/11).
Berbeda dengan pertunjukkan taekwondo pada umumnya yang menonjolkan adu fisik, ketahanan dan kekuatan tubuh, serta beragam jurus, TAL mengemas taekwondo dengan kesenian tradisional dan kontemporer yang menjadi ciri khas negeri ginseng tersebut. TAL mengemas taekwondo, perkusi, musik kontemporer, tarian tradisional, dan tarian jalanan b-boy ke dalam satu panggung dan menjadikannya satu keutuhan cerita.
Dalam bahasa Indonesia, TAL bermakna topeng. Menurut eksekutif direktur TAL, Choi Sori, topeng dan kolaborasi taekwondo dengan kesenian tradisional dan kontemporer tersebut menunjukkan dua sisi manusia, yakni sisi baik dan buruk.
"Topeng seperti kepribadian manusia," jelas Choi Sori dalam media preview sebelum acara digelar.di Kasablanka Hall, Mal Kota Kasablanka, Jakarta, Jumat malam (29/11).
TAL bercerita tentang sisi buruk yang disimbolkan dengan kelompok berbaju merah, dan sisi baik yang disimbolkan dengan kelompok berbaju biru. Diceritakan bahwa pemimpin kelompok merah merebut sebuah topeng yang kemudian selalu ia gunakan ketika menyerang kelompok biru. Dalam pertunjukkan juga diceritakan tentang kekuatan yang disimbolkan dengan taekwondo dan kelembutan yang disimbolkan dengan tari tradisional Korea.
TAL merupakan pertunjukkan non-verbal, sehingga tidak menggunakan kata-kata dalam membahasakan cerita. Para pemain menyampaikan cerita dengan isyarat, gerak tubuh, dan permainan ekspresi yang didukung dengan alunan perkusi ataupun musik kontemporer, sehingga penonton bisa mengikuti jalannya cerita dan ikut berinteraksi dengan mereka. Hal tersebut terlihat dari respon para penonton yang berteriak ataupun tertawa dalam sejumlah adegan yang dimainkan di panggung.
Menurut Choi Sori, pertunjukkan TAL telah dilakukan selama lima tahun. Selama itu pula, ia dan timnya telah mengunjungi puluhan negara untuk menggelar pertunjukkan tersebut.
"Kalau tidak salah Indonesia adalah negara ke-30 yang kami kunjungi," jelas Choi Sori.
Untuk diketahui, pertunjukkan TAL dihadirkan oleh pusat kebudayaan Korea atau Korean Cultural Center (KCC) yang merupakan bagian dari Kedutaan Besar Korea Selatan di Indonesia untuk merayakan 40 tahun hubungan diplomatik yang terjalin antara Indonesia dan Korea Selatan. Sepanjang tahun 2013, KCC telah menggelar lebih dari 40 rangkaian acara kebudayaan, baik berupa konser kpop, pertunjukkan musik tarian, pameran, dan sejumlah acara lainnya. TAL merupakan acara terakhir yang digelar pada tahun ini.
[ian]