Berita

Jaya Suprana: Konvensi Harus Mengutamakan Rakyat

KAMIS, 28 NOVEMBER 2013 | 16:40 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden 2014 bakal menjadi momentum yang sangat menentukan. Pasalnya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sudah tidak bisa lagi mencalonkan diri karena sudah menjabat selama dua periode. Dengan begitu, tidak ada calon yang secara dominan dinilai terunggul dan bakal dengan mudah memenangi pemilihan presiden.

Menurut anggota Komite Konvensi Rakyat, Jaya Suprana, momentum pemilihan presiden mendatang terlalu penting untuk hanya diserahkan kepada makenisme partai politik. Seluruh masyarakat Indonesia mestinya terlibat dalam menentukan calon-calon pemimpin yang akan memimpin Indonesia.

"Akan lebih baik jika seluruh elemen, baik parpol dan masyarakat, berani menyelenggarakan konvensi untuk memilih dan menemukan pemimpin yang benar-benar berkualitas," kata Jaya Suprana di Jakarta, Kamis (28/11).


Jaya Suprana menambahkan, salah satu niat baik yang dilakukannya dengan meluncurkan Konvensi Rakyat Capres 2014 adalah karena untuk mengisi ruang-ruang pendidikan politik yang selama ini dikuasai partai politik tersebut.

"Konvensi Rakyat merupakan manifestasi demokrasi dan bebas dari monopoli partai politik," ujar Pendiri Museum Rekor Indonesia (MURI).

Ia juga menilai positif sekiranya partai-partai politik mengikuti jejak Partai Demokrat untuk melakukan konvensi. Apalagi jika ada eleman masyarakat lain yang juga bersedia membuat langkah serupa. Namun demikian, konvensi tersebut semestinya diniatkan untuk mencari kader terbaik bangsa yang mampu membenahi carut marut di negeri ini.

"Seharusnya semua konvensi lebih mengutamakan rakyat ketimbang anggota partai politik," katanya.

Presiden Komisaris Jamu Jago ini mengimbau kepada kader-kader terbaik bangsa untuk tidak segan-segan mendaftar ke Konvensi Rakyat. Menurutnya, Konvensi Rakyat telah menyiapkan proses penyaringan secara terbuka dan tidak didominasi oleh orang perorang semata. [dem]

Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

UPDATE

KPK Panggil 13 Saksi Kasus Mantan Wamen Imipas Silmy Karim

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:22

Gugatan PT KSS, Ahli Nilai Keputusan Kemenhub Timbulkan Konsekuensi Hukum

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:21

Mengenal Taufik Hidayat, Lelaki Paling Kejam Abad Ini

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:12

Laporan HAM PBB Sebut Israel Sengaja Targetkan Anak-Anak Palestina

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:01

Jakarta 499 Tahun: Birokrasi Modern Belum Cukup Tanpa Perspektif HAM.

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:00

BKKBN: 8,1 Juta Keluarga di Indonesia Berisiko Stunting

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:41

Kisah Mantri Perempuan BRI Tempuh Pegunungan Toraja untuk Layani Nasabah di Wilayah 3T

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:29

Konbes–Munas NU Ploso Diwarnai Aksi Intimidasi dan Motif Kepentingan Pribadi

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:28

Prabowo Dianugerahi Lencana Emas Adi Bakti Tani-Nelayan Maha Utama

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:24

KPK Panggil Mulyono di Kasus Suap Bupati Muara Enim Edison

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:18

Selengkapnya