Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden 2014 bakal menjadi momentum yang sangat menentukan. Pasalnya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sudah tidak bisa lagi mencalonkan diri karena sudah menjabat selama dua periode. Dengan begitu, tidak ada calon yang secara dominan dinilai terunggul dan bakal dengan mudah memenangi pemilihan presiden.
Menurut anggota Komite Konvensi Rakyat, Jaya Suprana, momentum pemilihan presiden mendatang terlalu penting untuk hanya diserahkan kepada makenisme partai politik. Seluruh masyarakat Indonesia mestinya terlibat dalam menentukan calon-calon pemimpin yang akan memimpin Indonesia.
"Akan lebih baik jika seluruh elemen, baik parpol dan masyarakat, berani menyelenggarakan konvensi untuk memilih dan menemukan pemimpin yang benar-benar berkualitas," kata Jaya Suprana di Jakarta, Kamis (28/11).
Jaya Suprana menambahkan, salah satu niat baik yang dilakukannya dengan meluncurkan Konvensi Rakyat Capres 2014 adalah karena untuk mengisi ruang-ruang pendidikan politik yang selama ini dikuasai partai politik tersebut.
"Konvensi Rakyat merupakan manifestasi demokrasi dan bebas dari monopoli partai politik," ujar Pendiri Museum Rekor Indonesia (MURI).
Ia juga menilai positif sekiranya partai-partai politik mengikuti jejak Partai Demokrat untuk melakukan konvensi. Apalagi jika ada eleman masyarakat lain yang juga bersedia membuat langkah serupa. Namun demikian, konvensi tersebut semestinya diniatkan untuk mencari kader terbaik bangsa yang mampu membenahi carut marut di negeri ini.
"Seharusnya semua konvensi lebih mengutamakan rakyat ketimbang anggota partai politik," katanya.
Presiden Komisaris Jamu Jago ini mengimbau kepada kader-kader terbaik bangsa untuk tidak segan-segan mendaftar ke Konvensi Rakyat. Menurutnya, Konvensi Rakyat telah menyiapkan proses penyaringan secara terbuka dan tidak didominasi oleh orang perorang semata.
[dem]