Berita

DPR: Pengenaan Tuslah Tiket Pesawat Jangan Sepihak

RABU, 27 NOVEMBER 2013 | 20:21 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Rencana pengenaan tuslah atau surcharge pada penerbangan berjadwal harus melibatkan publik. Selain itu, penghitungan biaya tambahan mesti dilakukan secara transparan.

Anggota Komisi 5 DPR RI yang juga membidangi sektor transportasi udara, Saleh Husin menegaskan hal itu. Di sisi lain, Kementerian Perhubungan juga harus bersikap adil dan tidak sekadar menerima usulan yang digulirkan oleh asosiasi maskapai penerbangan nasional atau Indonesia National Air Carriers Association (INACA) itu.

"Kemenhub harus mendengarkan masukan dan mengokomodasi kepentingan publik, jangan sepihak dan jangan sampai hanya memfasilitasi pihak maskapai. Jika publik keberatan, pihak asosiasi dan pemerintah harus mengevaluasi lagi," kata Saleh dalam siaran pers di Jakarta, Rabu (27/11).


Saleh juga mempersoalkan transparansi kalkulasi biaya operasional pesawat sebagai dasar wacana pengenaan tuslah.  Pihak asosiasi mengklaim, komponen tuslah terdiri dari biaya bahan bakar avtur, perawatan, lamanya waktu tunggu di taxyway hingga pengaruh penaikan upah minimum provinsi (UMP).

"Komunikasinya hanya antara asosiasi dengan pemerintah. Rincian dan penghitungannya harus dibuka ke publik dan kita telaah bersama-sama," ulas dia.

Khusus untuk Kementerian Perhubungan, Saleh juga mengingatkan agar tidak gegabah merestui pengenaan tuslah. Alasannya, sebagai regulator, pemerintah mesti melakukan pertimbangan secara menyeluruh dan tidak sepotong-potong.

"Bisa jadi komponen biaya operasional naik, tapi apa iya lantas dibebankan ke penumpang. Perbaiki juga infrastruktur dan manajemen bandara serta maskapai sehingga bisa efisien tanpa membebani penumpang," tegasnya.

Saleh Husin juga mengingatkan, tiga syarat wajib yang harus dipenuhi perusahaan transportasi termasuk maskapai penerbangan adalah memenuhi sisi keselamatan, keamanan dan kenyamanan.

"Lihat lagi, apakah selama ini maskapai sudah maksimal memenuhi keselamatan dan keamanan penerbangan, juga kenyamanan?" ujar Sekretaris Fraksi Hanura DPR itu.[dem]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

Sekjen MPR akan Evaluasi Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar 2026

Senin, 11 Mei 2026 | 18:17

UMKM Binaan Pertamina Catat Potensi Bisnis Rp10,6 Miliar di Inabuyer 2026

Senin, 11 Mei 2026 | 18:12

40 Ormas Tolak Berkas Kasus Ade Armando Cs Dilimpahkan ke Polda Metro

Senin, 11 Mei 2026 | 18:10

Bos PSI Jatim Bagus Panuntun "Puasa Bicara" Setelah 10 Jam Digarap KPK

Senin, 11 Mei 2026 | 18:09

MPR Minta Maaf soal Juri Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar Bikin Gaduh

Senin, 11 Mei 2026 | 17:43

PTC Bukukan Laba Rp152,9 Miliar di Tengah Fluktuasi Industri

Senin, 11 Mei 2026 | 17:43

Warga Sitaro Minta Proses Hukum Bupati Chyntia Kalangin Berjalan Adil

Senin, 11 Mei 2026 | 17:42

Bus Terguling di Tol Sergai, Empat Penumpang Tewas

Senin, 11 Mei 2026 | 17:33

Keberanian Siswi Koreksi Juri LCC Patut Diapresiasi

Senin, 11 Mei 2026 | 17:17

Bank Mandiri Pertegas Komitmen Akselerasi UMKM Naik Kelas di Ajang Inabuyer 2026

Senin, 11 Mei 2026 | 17:14

Selengkapnya