Berita

afitra salamm/net

Bisa Jadi Lima Tahun Lagi Ada Gerakan Go to Hell ASEAN Community

RABU, 27 NOVEMBER 2013 | 13:59 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang akan berlaku sejak 2015 mendatang dipandang sebagai sebuah gagasan yang baik dan ideal. Namun dibutuhkan kerja yang sungguh-sungguh keras untuk bisa mempersiapkan diri sehingga masyarakat Indonesia mendapatkan keuntungan dari pasar bebas ASEAN.

Kegagalan mempersiapkan diri bisa menjadi blunder di masa yang akan datang. Sehingga bukan tidak mungkin akan muncul gerakan menolak MEA.

"Lima tahun lagi, sekitar 70 persen populasi Indonesia adalah anak muda, yang menurut UU berusia antara 16 hingga 35 tahun. Tantangan kita di masa itu akan jauh lebih besar," ujar Deputi Pemberdayaan Pemuda Kementerian Pemuda dan Olahraga, Alfitra Salamm, ketika berbicara pada simposium internasional yang digelar Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) ASEAN di Universitas Thammasat, Bangkok, Rabu siang (27/11).


Dalam setting MEA, dimana barang, jasa, modal dan tenaga terlatih dapat bergerak bebas melintasi batas negara-negara anggota ASEAN, perebutan lahan pekerjaan akan semakin kompetitif.

"Supir-supir taksi bisa jadi orang Filipina yang dapat berbahasa Iggris relatif lebih baik dari kita. Atau dosen-dosen juga mungkin berasal dari negara-negara lain di ASEAN," ujar Alfitra lagi.

"Saya tidak ingin terjadi resistensi terhadap MEA. Tetapi prediksi saya akan terjadi tuntutan dari kalangan anak muda terutama yang tidak mendapatkan pekerjaan. Mungkin akan ada teriakan "go to hell ASEAN community"," kata mantan Ketua Harian PP Asosiasi Ilmu Politik Indonesia (AIPI) lagi.

Untuk itulah, Alfitra berharap agar gagasan tentang MEA ini benar-benar digalakkan sejak sekarang. Serta anak-anak muda mulai mengambil peranan yang lebih besar. [dem]

Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

UPDATE

KPK Panggil 13 Saksi Kasus Mantan Wamen Imipas Silmy Karim

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:22

Gugatan PT KSS, Ahli Nilai Keputusan Kemenhub Timbulkan Konsekuensi Hukum

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:21

Mengenal Taufik Hidayat, Lelaki Paling Kejam Abad Ini

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:12

Laporan HAM PBB Sebut Israel Sengaja Targetkan Anak-Anak Palestina

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:01

Jakarta 499 Tahun: Birokrasi Modern Belum Cukup Tanpa Perspektif HAM.

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:00

BKKBN: 8,1 Juta Keluarga di Indonesia Berisiko Stunting

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:41

Kisah Mantri Perempuan BRI Tempuh Pegunungan Toraja untuk Layani Nasabah di Wilayah 3T

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:29

Konbes–Munas NU Ploso Diwarnai Aksi Intimidasi dan Motif Kepentingan Pribadi

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:28

Prabowo Dianugerahi Lencana Emas Adi Bakti Tani-Nelayan Maha Utama

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:24

KPK Panggil Mulyono di Kasus Suap Bupati Muara Enim Edison

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:18

Selengkapnya