Berita

LUTHFI RAUF/NET

Dunia

MASYARAKAT EKONOMI ASEAN

Dubes Lutfi: Hanya yang Siap Jadi Pemenang

RABU, 27 NOVEMBER 2013 | 11:45 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Integrasi memiliki dua wajah. Pertama sebagai sebuah kolaborasi untuk memadukan kekuatan bersama. Sementara di sisi lain ia pada dasarnya adalah kompetisi.

Dalam kompetisi, sering kali yang ada hanyalah pilihan menang atau kalah. Dan hanya pihak yang mempersiapkan diri yang dapat memenangkan kompetisi. Sementara yang tidak mempersiapkan diri hanya akan menjadi pecundang.

Hal ini disampaikan Dutabesar Republik Indonesia untuk Kerajaan Thailand Luthfi Rauf ketika membuka simposium internasional mengenai Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015 yang digelar di Universitas Thammasat, Bangkok, Rabu pagi, (27/11).


Simposium tersebut diselenggarakan Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) ASEAN. Rektor UT Somkit Lertpaithoon, Ketua PPI Dunia Zulham Effendi dan Ketua Perhimpunan Mahasiswa Indonesia di Thailand (Permitha) ikut menghadiri pembukaan simposium tersebut. Seratusan mahasiswa Indonesia yang menuntut ilmu di luar negeri dan perwakilan sejumlah Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dari Indonesia menghadiri simposium itu.

"ASEAN bergerak dari keterbelakangan dan kawasan yang oenuh dengan konflik sehingga menjadi organisasi kawasan paling berhasil di dunia saat ini. ASEAN bahkan menjadi mesin utama ekonomi global," ujar Dubes Luthfi dalam keterangan yang diterima redaksi.

Pria kelahiran Sulawesi Selatan ini mengingatkan bahwa Indonesia memainkan peranan penting sejak pertama kali ASEAN didirikan pada 1967 sebagai sebuah organisasi yang longgar hingga menjadi sebuah organisasi yang memiliki visi yang kuat untuk menciptakan pasar bersama yang akan dimulai pada 2015. Dia berharap mahasiswa dan pemuda Indonesia dapat melanjutkan peranan penting Indonesia di tengah komunitas ASEAN di masa depan.

Masyarakat Ekonomi ASEAN memungkinkan peredaran kapital, barang, jasa dan investasi serta tenaga terlatih secara bebas tanpa hambatan di antara negara-negara anggota ASEAN. Karena itu, masih kata Dubes Luthfi, daya saing masyarakat Indonesia harus ditingkatkan untuk mamou bertahan dalam persaingan yang akan terjadi di arena pasar bebas ASEAN nanti. [wid]

Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

UPDATE

KPK Panggil 13 Saksi Kasus Mantan Wamen Imipas Silmy Karim

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:22

Gugatan PT KSS, Ahli Nilai Keputusan Kemenhub Timbulkan Konsekuensi Hukum

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:21

Mengenal Taufik Hidayat, Lelaki Paling Kejam Abad Ini

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:12

Laporan HAM PBB Sebut Israel Sengaja Targetkan Anak-Anak Palestina

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:01

Jakarta 499 Tahun: Birokrasi Modern Belum Cukup Tanpa Perspektif HAM.

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:00

BKKBN: 8,1 Juta Keluarga di Indonesia Berisiko Stunting

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:41

Kisah Mantri Perempuan BRI Tempuh Pegunungan Toraja untuk Layani Nasabah di Wilayah 3T

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:29

Konbes–Munas NU Ploso Diwarnai Aksi Intimidasi dan Motif Kepentingan Pribadi

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:28

Prabowo Dianugerahi Lencana Emas Adi Bakti Tani-Nelayan Maha Utama

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:24

KPK Panggil Mulyono di Kasus Suap Bupati Muara Enim Edison

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:18

Selengkapnya