Berita

FOTO:XINHUA

Dunia

Balas Protes Jepang, China Sebut ADIZ Hal Biasa

SELASA, 26 NOVEMBER 2013 | 15:44 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

China pun membalas protes keras yang dilayangkan Jepang pasca penetapkan Zona Identifikasi Pertahanan Udara  Air Defense Identification Zone (ADIZ) di Laut China Timur.

Seperti dilaporkan Xinhua, Duta Besar China untuk Jepang, Cheng Yonghua yang berada di Tokyo pada Senin (25/11) sore menyebut bahwa pembentukan zona pertahanan udara seperti ADIZ adalah langkah yang biasa dilakukan di dunia dan sejalan dengan hukum serta praktik internasional. Ia juga menyebut bahwa ADIZ tidak akan mempengaruhi kebebasan penerbangan di atas Laut China Timur.

Pernyataan tersebut merupakan tanggapan atas penyataan Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe pada hari yang sama yang menyatakan, penetapan ADIZ tersebut sebagai sesuai hal yang berbahaya, mengingat wilayah sengketa di bawahnya.


"Saya sangan prihatin karena itu merupakan tindakan berbahaya dan dapat memunculkan konsekuensi yang tak diinginkan," kata Abe seperti dikutip AsiaOne.

China menetapkan ADIZ pada Sabtu (23/11) lalu. Penetapan tersebut memicu protes dari Jepang karena berdasarkan rilis peta dan titik koordinat, ADIZ mencakup wilayah yang disengketakan oleh kedua negara selama berabad-abad. Wilayah yang disengketakan tersebut adalah wilayah kepulauan yang disebut Diaoyu oleh China dan Senkaku oleh Jepang.

Dengan penetapan tersebut, China membuat peraturan baru yakni setiap pesawat yang akan melintasi zona tersebut harus melaporkan rencana penerbangannya terlebih dahulu kepada petugas China, pesawat yang melitan juga harus menjaga komunikasi dua arah serta dan memberikan tanda kewarganegaraan di badan pesawat agar mudah diidentifikasi. Apabila peraturan tersebut dilanggar maka China siap melakukan langkah-langkah defensif.[wid] 

Populer

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Kasi Intel-Pidsus Kejari Ponorogo Terseret Kasus Korupsi Bupati Sugiri

Rabu, 21 Januari 2026 | 14:15

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

Eggi Sudjana Kerjain Balik Jokowi

Selasa, 20 Januari 2026 | 15:27

Jokowi Sulit Mengelak dari Tuduhan Ijazah Palsu

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:15

UPDATE

Indeks Persepsi Korupsi RI Tetap Rendah, Padahal Rajin Nangkap Koruptor

Kamis, 22 Januari 2026 | 14:17

Adu Prospek Sesi II: BNBR-BRMS-BUMI, Mana yang Lebih Tangguh?

Kamis, 22 Januari 2026 | 14:11

Sandiaga Uno: Jangan Masuk Politik karena Uang

Kamis, 22 Januari 2026 | 14:06

Grup Bakrie Jadi Sorotan, Saham DEWA dan BRMS Pimpin Pergerakan di Sesi Siang

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:56

Angkot Uzur Tak Boleh Lagi Wara Wiri di Kota Bogor

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:53

BNBR Fluktuatif di Sesi I: Sempat Bertahan di Rp230, Kini Menguji Level Support Rp200

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:48

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Sufmi Dasco Tegaskan Pilpres Tetap Dipilih Rakyat Langsung

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:35

Ekspor Ekonomi Kreatif RI Catat Tren Positif

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:29

Aplikasi jadi Subsektor Tertinggi Investasi Ekonomi Kreatif

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:16

Selengkapnya