Berita

Dunia

China Diprotes Jepang, Korsel dan Taiwan

SENIN, 25 NOVEMBER 2013 | 18:37 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe menyebut zona identifikasi pertahanan udara yang dibuat China sebagai hal yang berbahaya. Pasalnya, zona udara tersebut meliputi wilayah perairan dan kepulauan yang disengketakan.

Pernyataan tersebut dilontarkan Abe pada Senin (25/11), menyusul deklarasi zona pertahanan udara yang dilakukan oleh China. Dengan deklarasi tersebut, China mengumumkan bahwa setiap pesawat terbang yang melintasi wilayah udara Laut China Timur harus mematuhi peraturan.

"Saya sangan prihatin karena itu merupakan tindakan berbahaya dan dapat memunculkan konsekuensi yang tak diinginkan," kata Abe seperti dikabarkan AsiaOne.


Jepang meminta China agar menahan diri untuk tidak menerapkan peraturan tersebut.

"Jepang akan meminta China untuk menahan diri sementara kami terus bekerja sama dengan masyarakat internasional," jelas Abe.

Kementerian Luar Negeri Jepang juga dikabarkan tak akan menghormati keputusan China karena diklaim tidak memiliki validitas apapun. Sementara itu Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, John Kerry menyatakan bahwa prihatin atas tindakan China yang disebut dapat memicu adanya insiden.

"Tindakan sepihak ini merupakan upaya untuk mengubah status quo di Timur Laut China," kata Kerry.

Deklarasi zona identifikasi pertahanan udara yang dilakukan China pada Sabtu (23/11) disebut Jurubicara Kementerian Pertahanan China, Kim Min-Seok sebagai upaya untuk menjaga kedaulatan teritorial dengan cara menjaga ketertiban penerbangan.

Dalam peraturan disebutkan bahwa setiap pesawat yang akan melintas harus memberitahukan rencana penerbangan mereka, membuat tanda kewarganegaraan mereka pada pesawat, serta menjaga komunikasi radio dua arah.

Zona pertahanan udara yang dibentuk China turut mencakup area yang juga diklaim oleh Taiwan dan Korea Selatan. Wilayah yang dipermasalahakan adalah Ieodo yang dikendalikan oleh Korea Selatan dan telah lama menjadi sumber ketegangan diplomatik dengan China. Sementara Taiwan juga mengklaim kepulauan Senkaku adalah bagian dari wilayahnya. Pemerintah Taiwan berjanji untuk melindungi hak-hak nelayan di Taiwan dan wilayah perairan sekitarnya, serta menjaga patroli untuk mengamankan kegiatan penangkapan ikan.[wid]

Populer

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Kasi Intel-Pidsus Kejari Ponorogo Terseret Kasus Korupsi Bupati Sugiri

Rabu, 21 Januari 2026 | 14:15

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

Eggi Sudjana Kerjain Balik Jokowi

Selasa, 20 Januari 2026 | 15:27

Jokowi Sulit Mengelak dari Tuduhan Ijazah Palsu

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:15

UPDATE

Indeks Persepsi Korupsi RI Tetap Rendah, Padahal Rajin Nangkap Koruptor

Kamis, 22 Januari 2026 | 14:17

Adu Prospek Sesi II: BNBR-BRMS-BUMI, Mana yang Lebih Tangguh?

Kamis, 22 Januari 2026 | 14:11

Sandiaga Uno: Jangan Masuk Politik karena Uang

Kamis, 22 Januari 2026 | 14:06

Grup Bakrie Jadi Sorotan, Saham DEWA dan BRMS Pimpin Pergerakan di Sesi Siang

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:56

Angkot Uzur Tak Boleh Lagi Wara Wiri di Kota Bogor

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:53

BNBR Fluktuatif di Sesi I: Sempat Bertahan di Rp230, Kini Menguji Level Support Rp200

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:48

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Sufmi Dasco Tegaskan Pilpres Tetap Dipilih Rakyat Langsung

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:35

Ekspor Ekonomi Kreatif RI Catat Tren Positif

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:29

Aplikasi jadi Subsektor Tertinggi Investasi Ekonomi Kreatif

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:16

Selengkapnya