Berita

FOTO:RMOL

Hukum

Lagi Diingatkan, Kasus Rudi Harus Jadi Pintu Masuk KPK Berantas Mafia Migas

SENIN, 25 NOVEMBER 2013 | 13:47 WIB | LAPORAN:

Jaringan Mahasiswa Anti Korupsi (Jamak) kembali mengingatkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bahwa kasus yang menyeret mantan kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas (SKK Migas), Rudi Rubiandini harus menjadi pintu masuk dalam memberantas mafia minyak dan gas di Indonesia.

"KPK telah berjanji untuk membongkar habis praktek mafia migas di Indonesia. Karena itu, kami dari Jaringan Mahasiswa Anti Korupsi mendesak lembaga superbodi ini terus mengembangkan kasus dugaan korupsi di SKK Migas dengan menyeret pihak-pihak yang terlibat," kata koordinator aksi Jamak, Ibrahim Mansyur di depan gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Senin (25/11).

Disamping itu pula, KPK harus membongkar jaringan para mafia dan koruptor yang menjadikan BP Migas, sebelum dibubarkan oleh Mahkamah Konstitusi, sebagai tambang uang mereka. Ibrahim lebih lanjut menyebutkan, dari data dan informasi yang diperoleh Jamak, ternyata ada dugaan keterlibatan salah seorang anggota DPR dari Fraksi PDI Perjuangan, Effendi MS Simbolon dalam kasus mafia migas di Indonesia. Hal ini berdasar laporan Hasil Audit (LHA) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) kepada BP Migas yang sudah selesai diaudit bahwa ada sejumlah pejabat yang diduga kuat merugikan negara puluhan triliun rupiah di BP Migas.


Peran Effendi MS Simbolon sendiri, disebutkan sebagai fasilitator yang menghubungkan PT Parna Raya dengan Menteri ESDM dan Kepala BP Migas saat itu. Efendi Simbolon sangat memaksimalkan pengaruhnya untuk menekan BP Migas agar menjual gas Hussky ke PT Parna Raya dengan harga lebih murah dibandingkan dengan harga jual ke perusahaan lainnya.

"Kerugian negara akibat penggunaan tekanan dan  pengaruh Effendi Simbolon dan juga tindakan suap yang dilakukan oleh PT. Parna Raya mencapai lebih Rp 15 triliun," papar Ibrahim.

Direktur Utama PT.SPN, Artha Merish Simbolon, seperti diketahui saat ini sudah dicekal dan diperiksa oleh KPK terkait dugaan suap di lingkungan SKK Migas. Pihaknya juga menduga kuat praktek kongkalikong keterlibatan PT. Pertamina dalam penjualan, pelelangan, dan tender di SKK Migas yang diketahui oleh Karen Agustiawan.

Dalam dakwaan Simon Gunawan Tanjaya terungkap bahwa PT Pertamina pernah menghadiri rapat bersama Kontraktor Kontrak Kerja Sama Migas dan SKK Migas pada 28 Mei 2013. Pada rapat itu disimpulkan, Kondensat Senipah bagian negara dengan volume 300 ribu barel tidak dapat diolah Kilang Pertamina. Sebab, ada keterbatasan penyerapan kilang atas volume Kondensat Senipah yang tersedia.

Oleh karena itu, untuk memaksimalkan pendapatan negara, rapat memutuskan dilakukan lelang terhadap Kondensat Senipah untuk mendapat penawaran terbaik. Kondensat Senipah ini lalu menjadi barang yang diinginkan PT Kernel Oil Pte Ltd. Pada dakwaan Simon terungkap, PT Kernel menyuap buat mendapat jatah Kondensat Senipah tersebut.

"Kami mendesak KPK untuk membongkar sepak terjang Direktur Umum PT. Pertamina, Karen Agustiawan dan anggota DPR,  Effendi MS Simbolon dalam kasus-kasus mafia migas di Indonesia," tuntutnya.[wid]

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

KPK Sita Aset Rp22 Miliar Milik Anwar Sadad, Mulai Rumah hingga SPBE

Rabu, 22 Juli 2026 | 20:42

UPDATE

Pencalonan Kaesang di Solo Raya Sinyal Perang Terbuka PSI vs PDIP

Senin, 27 Juli 2026 | 10:23

Araghchi Ancam Balas Serangan Ukraina ke Kapal Dagang Iran

Senin, 27 Juli 2026 | 10:23

Istana Tegaskan Mundurnya Perry Warjiyo Murni Keputusan Pribadi

Senin, 27 Juli 2026 | 10:13

Kejaksaan Harus Jawab Klaim Kriminalisasi Febrie dengan Bukti

Senin, 27 Juli 2026 | 10:04

KPK Dalami Aliran Dana yang Diduga Disiapkan Bupati Kuansing untuk Raja Juli

Senin, 27 Juli 2026 | 09:57

Penyaluran Bansos Lewat Kopdes Perlu SOP yang Ketat

Senin, 27 Juli 2026 | 09:51

IHSG Merah, Rupiah Ambruk ke Rp17.976 per Dolar AS Usai Gubernur BI Mundur

Senin, 27 Juli 2026 | 09:47

Kasatnarkoba Polres Tangsel Ditangkap Bareskrim

Senin, 27 Juli 2026 | 09:37

Pengamat: Sulit bagi Kaesang dan PSI Kuasai Solo Raya

Senin, 27 Juli 2026 | 09:34

Perjalanan Karier dan Rekam Jejak Perry Warjiyo di Kepemimpinan Bank Indonesia

Senin, 27 Juli 2026 | 09:25

Selengkapnya