Berita

PRODEM

Pembubaran KPK Jadi Salah Satu Program Kerja

MINGGU, 24 NOVEMBER 2013 | 21:15 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Pembubaran Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadi salah satu program kerja Jaringan Aktivis ProDem periode 2013-2016.

Bagaimanapun juga, terlepas dari hingar bingar pemberantasan korupsi yang dilakukan KPK, harus diakui bahwa KPK hanya sebuah lembaga adhoc yang bersifat sementara alias tidak permanen. Idealnya pemberantasan korupsi dilakukan lembaga penegak hukum Kepolisian dan Kejaksaan.

Kampanye pembubaran KPK merupakan salah satu hal yang dibicarakan dalam rapat kerja pengurus ProDem yang digelar di Rumah Kebangsaan Nuku Sulaiman di Liga Mas, Pancoran, Minggu sore (24/11). Rapat dihadiri Sekjen ProDem Firman Tendry dan ketua-ketua departemen.


Menurut Ketua Departemen Agitasi ProDem, Safti Hidayat alias Ucok, wacana pembubaran KPK ini didasarkan pada niat untuk memperkuat komitmen pemberantasan korupsi. Belakangan ini ada semacam overlapping dan tarik-menarik yang menjurus kepada politisasi kasus korupsi.

"Komitmen kita pada pemberantasan korupsi sudah jelas dan tegas. Justru kita ingin agar pemberantasan korupsi dilakukan secara mendasar, dan ini membutuhkan dukungan kelembagaan yang solid dan permanen," ujar Ucok.

"KPK didirikan untuk waktu yang terbatas, sampai Kepolisian dan Kejaksaan bisa benar-benar berfungsi menjalankan tugas memberantas korupsi," ujar Ucok lagi.

Selain itu, untuk memperkuat strategi pemberantasan korupsi, ProDem juga akan memperjuangkan UU Pembuktian Terbalik. UU ini dapat digunakan untuk menjerat pihak-pihak yang dinilai memiliki kekayaan yang tidak wajar serta berbau korupsi.

Pengurus ProDem periode 2013-2016 adalah hasil dari Kongres V ProDem yang digelar di Gedung Indonesia Menggugat, Bandung, bulan lalu. Dalam Kongres itu Ruswandi terpilih sebagai Ketua Majelis dan Firman Tendry terpilih sebagai Sekretaris Jenderal. [dem]

Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

UPDATE

KPK Panggil 13 Saksi Kasus Mantan Wamen Imipas Silmy Karim

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:22

Gugatan PT KSS, Ahli Nilai Keputusan Kemenhub Timbulkan Konsekuensi Hukum

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:21

Mengenal Taufik Hidayat, Lelaki Paling Kejam Abad Ini

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:12

Laporan HAM PBB Sebut Israel Sengaja Targetkan Anak-Anak Palestina

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:01

Jakarta 499 Tahun: Birokrasi Modern Belum Cukup Tanpa Perspektif HAM.

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:00

BKKBN: 8,1 Juta Keluarga di Indonesia Berisiko Stunting

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:41

Kisah Mantri Perempuan BRI Tempuh Pegunungan Toraja untuk Layani Nasabah di Wilayah 3T

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:29

Konbes–Munas NU Ploso Diwarnai Aksi Intimidasi dan Motif Kepentingan Pribadi

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:28

Prabowo Dianugerahi Lencana Emas Adi Bakti Tani-Nelayan Maha Utama

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:24

KPK Panggil Mulyono di Kasus Suap Bupati Muara Enim Edison

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:18

Selengkapnya