Berita

ilustrasi/net

Politik

Ada Pelanggaran Pemilu 2014, Lapor Saja ke MasaMatta

MINGGU, 24 NOVEMBER 2013 | 20:57 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Ada kecurangan di Pemilu 2014, Anda bisa melaporkannya ke MataMassa. MataMassa yang diluncurkan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jakarta dan ICT Laboratory for Social Changes (iLab) didukung oleh Southeast Asia Technology and Transparency Initiative (SEATTI), Minggu 24 November 2013, merupakan aplikasi pemantauan Pemilu berbasis telepon genggam.

"Setelah peluncuran pada hari ini, AJI Jakarta dan iLab berharap seluruh elemen masyarakat akan turut berpartisipasi menggunakan aplikasi MataMassa dan bersama-sama memantau pemilu kita," tutur Umar Idris, Ketua AJI Jakarta, dalam siaran persnya (Minggu, 24/11).

Aplikasi MataMassa dikembangkan untuk digunakan oleh masyarakat yang peduli terhadap jalannya pemilu legislatif dan presiden 2014 di daerah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi. Aplikasi MataMassa dapat diunduh lewat telepon genggam berbasis iOS (iPhone), Android dan sistem Short Message Service (SMS) Gateway dengan nomor pengaduan 0813-7020-2014. Setelah peluncuran, aplikasi ini akan diperluas untuk para pengguna BlackBerry dan Windows Phone.


Laporan yang bisa disampaikan ke MataMassa berupa teks, foto, atau video. Hasil jepretan atau rekaman dapat langsung diunggah di aplikasi MataMassa di telepon genggam pengunduh. Adapun bentuk pemantauan yang dapat dilaporkan mencakup semua proses pemilu, seperti politik uang, pengadaan logistik, penentuan daftar pemilih tetap, aturan main kampanye, hingga pada saat hari pemilihan.
 
Setelah terunggah, tim verifikator MataMassa akan mengecek kelengkapan laporan, termasuk detil alamat kejadian, dan akan mengunggahnya di MataMassa.org sehingga masyarakat bisa mengetahui pelanggaran yang terjadi. Selain diunggah di MataMassa.org, seluruh laporan masyarakat yang masuk akan disampaikan kepada regulator pemilu untuk ditindaklanjuti.

Bagi yang menggunakan sistem SMS Gateway, dapat melaporkan hasil temuannya ke nomor 0813-7020-2014 dengan format LaporIsi LaporanAlamat Laporan. Tarif SMS yang berlaku adalah tarif reguler. Pelapor akan mendapatkan balasan dari MataMassa sesaat setelah mengirimkan SMS-nya, apakah laporan sudah benar formatnya atau belum. Jika laporan sudah benar, maka balasan SMS akan berisi pemberitahuan bahwa tim verifikator segera melakukan verifikasi laporan tersebut.

"Aplikasi ini dibuat untuk mendorong partisipasi masyarakat dalam proses pemilu dan mendapatkan pemilu yang transparan dan hasil pemilu yang berkualitas," tutur Ahmad Suwandi, salah seorang Badan Pengawas iLab.[dem]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Konsep Pasar Modern Tak Harus Identik Bangunan Mewah

Selasa, 07 April 2026 | 04:15

Jangan cuma Israel, Preman Kampung di Purwakarta Juga Wajib Dikutuk

Selasa, 07 April 2026 | 04:04

Tukang Ojek Ditembak Penumpang, Motor Dibawa Kabur

Selasa, 07 April 2026 | 03:38

Subsidi BBM Bocor Rp7 Triliun Gegara Kemacetan Jakarta

Selasa, 07 April 2026 | 03:15

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Penumpang Dievakuasi 10 Bus

Selasa, 07 April 2026 | 03:00

Fahira Sodorkan Lima Strategi Pasar Tradisional Jadi Fondasi Jakarta Kota Global

Selasa, 07 April 2026 | 02:25

Waspada Politik Gunting dalam Lipatan di Lingkaran Istana

Selasa, 07 April 2026 | 02:11

Muslim Iran, Berjuanglah untuk Islam

Selasa, 07 April 2026 | 02:07

Viral Mobil Dinas di Kawasan Puncak, Pemprov DKI Minta Maaf

Selasa, 07 April 2026 | 01:36

Seruan Pemakzulan Prabowo Muncul dari Ketakutan Operasi Besar Berantas Korupsi

Selasa, 07 April 2026 | 01:12

Selengkapnya