Berita

boediono/net

Hukum

CENTURYGATE

PKS Tetap Yakin Boediono Terlibat

MINGGU, 24 NOVEMBER 2013 | 10:51 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Kasus bailout Bank Century sudah tuntas dan terang benderang. Kebijakan menetapkan Bank Century (kini Bank Mutiara) sebagai bank gagal berdampak sistemik, dan menerima pemberian Fasilitas Pendanaan Jangka Pendek (FPJP) adalah kebijakan salah dan keliru.

"Semua orang sudah tahu. Pakar hukum dan ekonomi pun bulat mengatakan itu kebijakan yang melanggar aturan," ujar Anggota Tim Pengawas (Timwas) Bank Century DPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Indra kepada Rakyat Merdeka Online, Minggu (24/11).

Dan dengan penetapan mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI), Budi Mulya oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), kata Indra, sudah jelas menunjukkan bahwa dana talangan kepada Bank Century dari Bank Indonesia sebesar Rp 6,7 triliun ada tindak pidana korupsi.


"Kenapa lagi Boediono mengatakan itu kebijakan benar? Kasus Century ini adalah kejahatan sistemik yang memperkaya sekelompok orang dengan tameng bailout," tegasnya.

Dalam jumpa pers tadi malam, pasca diperiksa KPK dalam kapasitas sebagai mantan Gubernur BI, Wakil Presiden Boediono mengaku telah melaksanakan tugasnya dengan baik dan benar terkait pemberian bailout kepada Bank Century pada 2008.

"Pernyataan Boediono ini tidak berdasar dan salah. BM (Budi Mulya) saja sudah tersangka, dan tidak mungkin kebijakan sebesar ini ada di tangan BM, BM itu pelaksana lapangan, tidak mungkin sendiri. Saya yakin Boediono terlibat dan dia harus bertanggung jawab," ungkap Indra.

Ketua DPP PKS ini menambahkan, Mantan Direktur Utama PT Century Mega Investama (CMI), Robert Tantular juga kaget menerima dana talangan sebesar Rp 6,7 triliun dari BI, padahal Ia hanya membutuhkan dana penyelamatan sekitar Rp 1 triliun. [rus]

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

KPK Sita Aset Rp22 Miliar Milik Anwar Sadad, Mulai Rumah hingga SPBE

Rabu, 22 Juli 2026 | 20:42

UPDATE

Pencalonan Kaesang di Solo Raya Sinyal Perang Terbuka PSI vs PDIP

Senin, 27 Juli 2026 | 10:23

Araghchi Ancam Balas Serangan Ukraina ke Kapal Dagang Iran

Senin, 27 Juli 2026 | 10:23

Istana Tegaskan Mundurnya Perry Warjiyo Murni Keputusan Pribadi

Senin, 27 Juli 2026 | 10:13

Kejaksaan Harus Jawab Klaim Kriminalisasi Febrie dengan Bukti

Senin, 27 Juli 2026 | 10:04

KPK Dalami Aliran Dana yang Diduga Disiapkan Bupati Kuansing untuk Raja Juli

Senin, 27 Juli 2026 | 09:57

Penyaluran Bansos Lewat Kopdes Perlu SOP yang Ketat

Senin, 27 Juli 2026 | 09:51

IHSG Merah, Rupiah Ambruk ke Rp17.976 per Dolar AS Usai Gubernur BI Mundur

Senin, 27 Juli 2026 | 09:47

Kasatnarkoba Polres Tangsel Ditangkap Bareskrim

Senin, 27 Juli 2026 | 09:37

Pengamat: Sulit bagi Kaesang dan PSI Kuasai Solo Raya

Senin, 27 Juli 2026 | 09:34

Perjalanan Karier dan Rekam Jejak Perry Warjiyo di Kepemimpinan Bank Indonesia

Senin, 27 Juli 2026 | 09:25

Selengkapnya