Berita

boediono/net

Kursi Wapres untuk Boediono Diduga Hasil Gratifikasi

MINGGU, 24 NOVEMBER 2013 | 09:43 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Boediono mungkin tidak menerima dana dari bailout Bank Century senilai Rp 6,7 triliun.

Tetapi patut diduga akibat tindakannya mengubah peraturan mengenai capital adequacy ratio (CAR) yang memungkinkan Bank Century mendapatkan suntikan dana talangan, Boediono mendapatkan sogokan dalam bentuk lain, yakni jabatan.

Mantan Menko Perekonomian Rizal Ramli, ketika menyampaikan hal ini, mengatakan bahwa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memiliki definisi yang lentur mengenai gratifikasi.


Gratifikasi tidak selalu berkaitan dengan pemberian dan penerimanaa sogokan dalam bentuk uang. Selain uang yang sering digunakan sebagai bahan gratifikasi adalah wanita. Dan bentuk ketiga gratifikasi yang juga populer adalah jabatan yang lebih tinggi.

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) itu mencontohkan skandal Bank Bali yang menimpa mantan Gubernur BI Syahril Sabirin tahun 1999 lalu.

"Dia (Syahril Sabirin) tidak menerima uang satu rupiahpun. Tapi dia dijanjikan akan ditunjuk sebagai gubernur BI untuk periode lima tahun lagi bila uang untuk Bank Bali gol," ujar Rizal Ramli kepada redaksi beberapa saat lalu.

"Dalam kasus kejahatan krah putih, gratifikasi seringkali tidak dalam bentuk uang, tetapi jabatan. Namun untuk itu, si penerima gratifikasi harus melakukan perbuatan yang merugikan keuangan negara," sambungnya.

Rizal Ramli mengingatkan, Boediono tidak termasuk dalam sembilan calon wakil presiden yang digodok oleh Partai Demokrat menjelang Pilpres 2009 lalu.

"Begitu CAR Bank Indonesia diturunkan supaya bisa bailout (Bank Century), Boediono langsung muncul sebagai calon wakil presiden," kata Rizal Ramli lagi. [dem]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Konsep Pasar Modern Tak Harus Identik Bangunan Mewah

Selasa, 07 April 2026 | 04:15

Jangan cuma Israel, Preman Kampung di Purwakarta Juga Wajib Dikutuk

Selasa, 07 April 2026 | 04:04

Tukang Ojek Ditembak Penumpang, Motor Dibawa Kabur

Selasa, 07 April 2026 | 03:38

Subsidi BBM Bocor Rp7 Triliun Gegara Kemacetan Jakarta

Selasa, 07 April 2026 | 03:15

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Penumpang Dievakuasi 10 Bus

Selasa, 07 April 2026 | 03:00

Fahira Sodorkan Lima Strategi Pasar Tradisional Jadi Fondasi Jakarta Kota Global

Selasa, 07 April 2026 | 02:25

Waspada Politik Gunting dalam Lipatan di Lingkaran Istana

Selasa, 07 April 2026 | 02:11

Muslim Iran, Berjuanglah untuk Islam

Selasa, 07 April 2026 | 02:07

Viral Mobil Dinas di Kawasan Puncak, Pemprov DKI Minta Maaf

Selasa, 07 April 2026 | 01:36

Seruan Pemakzulan Prabowo Muncul dari Ketakutan Operasi Besar Berantas Korupsi

Selasa, 07 April 2026 | 01:12

Selengkapnya