foto:net
foto:net
Pertama, institusi yang mengurusi minyak dan gas dalam negeri berpotensi membuat para pejabatnya melakukan penyimpangan kewenangan. Ini bisa dilihat dari kasus suap yang dilakukan oleh mantan Ketua SKK Migas Rudy Rubiandini, ajudan Menteri ESDM ,dan dua orang lainnya.
"Kedua, kinerja SKK Migas tidak berpihak pada optimasi keuntungan negara. Mereka lebih menguntungkan korporasi ketimbang negara," jelas Pengamat Indonesia Corruption Watch (ICW) Firdaus Ilyas dalam diskusi 'Gilas Mafia Migas' di Warung Daun, Cikini, Jakarta, Sabtu (23/11).
Populer
Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24
Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00
Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02
Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58
Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58
Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35
Rabu, 22 Juli 2026 | 20:42
UPDATE
Senin, 27 Juli 2026 | 20:25
Senin, 27 Juli 2026 | 20:24
Senin, 27 Juli 2026 | 20:23
Senin, 27 Juli 2026 | 20:16
Senin, 27 Juli 2026 | 20:14
Senin, 27 Juli 2026 | 20:02
Senin, 27 Juli 2026 | 19:59
Senin, 27 Juli 2026 | 19:53
Senin, 27 Juli 2026 | 19:49
Senin, 27 Juli 2026 | 19:48