Berita

ilustrasi/net

Penodaan Demokrasi oleh Elit Melahirkan Pengembalian Sistem Utamakan Rakyat

KAMIS, 21 NOVEMBER 2013 | 22:51 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Pasca reformasi, wajah demokrasi di Indonesia sering dinodai kepentingan elit dan ketamakan kekuasaan.

Begitu disampaikan peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Fachry Ali kepada wartawan usai diskusi bertajuk "Demokrasi Rakyat vs Demokrasi Voting" di Jakarta, Kamis (21/11).

Pada akhirnya, kata dia, kondisi tersebut melahirkan banyak "kelompok pendorong" yang menyuarakan pengembalian sistem demokrasi yang mengutamakan kepentingan rakyat.


"Mereka adalah kelompok-kelompok yang lebih berwibawa pada oknum-oknum legislator dan eksekutif yang tidak bertanggung jawab," katanya.

Fachry menyebut kelompok pendorong itu sebagai unauthroized political power atau kekuatan politik independen yang biasanya diusung oleh lembaga kajian, lembaga swadaya masyarakat, dan media massa.

"Mereka membawa kepentingan yang lebih substantif dari pada yang memiliki kekuatan yang lebih besar (anggota legislatif dan eksekutif)," ujarnya.

Hal itu, lanjut Fachry, adalah konsekuensi demokrasi yang telah dijalankan oleh bangsa ini terlepas dari dikotomi pandangan demokrasi yang telah berhasil atau tidak.

"Kelompok-kelompok pendorong ini lahir dan kerap kali mewacanakan sistem politik yang lebih baik, termasuk pelembagaan politik di tubuh partai politik.[dem]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

Sekjen MPR akan Evaluasi Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar 2026

Senin, 11 Mei 2026 | 18:17

UMKM Binaan Pertamina Catat Potensi Bisnis Rp10,6 Miliar di Inabuyer 2026

Senin, 11 Mei 2026 | 18:12

40 Ormas Tolak Berkas Kasus Ade Armando Cs Dilimpahkan ke Polda Metro

Senin, 11 Mei 2026 | 18:10

Bos PSI Jatim Bagus Panuntun "Puasa Bicara" Setelah 10 Jam Digarap KPK

Senin, 11 Mei 2026 | 18:09

MPR Minta Maaf soal Juri Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar Bikin Gaduh

Senin, 11 Mei 2026 | 17:43

PTC Bukukan Laba Rp152,9 Miliar di Tengah Fluktuasi Industri

Senin, 11 Mei 2026 | 17:43

Warga Sitaro Minta Proses Hukum Bupati Chyntia Kalangin Berjalan Adil

Senin, 11 Mei 2026 | 17:42

Bus Terguling di Tol Sergai, Empat Penumpang Tewas

Senin, 11 Mei 2026 | 17:33

Keberanian Siswi Koreksi Juri LCC Patut Diapresiasi

Senin, 11 Mei 2026 | 17:17

Bank Mandiri Pertegas Komitmen Akselerasi UMKM Naik Kelas di Ajang Inabuyer 2026

Senin, 11 Mei 2026 | 17:14

Selengkapnya