Berita

Koreksi Total Polri Atas Proyek TNBK Diapresiasi

KAMIS, 21 NOVEMBER 2013 | 22:20 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Langkah Pimpinan Polri yang sudah melakukan koreksi total dalam proyek pengadaan plat nomor atau Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) 2013 di Korlantas Polri diapresiasi. Akibatnya, tersangka kasus korupsi Simulator SIM, BS gagal mendapatkan proyek senilai Rp 338 miliar tersebut.

"IPW memberi apresiasi pada pimpinan Polri yang sudah melakukan koreksi total pada proyek TNKB 2013 dan membatalkan perusahaan pemenang tendernya," ujar Ketua Presidium IPW (Ind Police Watch), Neta S Pane, Kamis (21/11).

Semula, pada September 2013 lalu Korlantas Polri sudah memenangkan BS untuk mendapatkan proyek TNKB 2013. Proses kemenangan BS melalui PT MAS ini tentu menjadi sangat aneh, mengingat BS sebagai tahanan KPK akibat terlibat dalam kasus korupsi Simulator SIM tapi masih bisa mendapatkan proyek TNKB 2013. Di tahun-tahun sebelumnya, pengadaan TNKB ini jatuh ke tangan BS melalui PT CMMA.


"Dari kasus proyek TNKB 2013 ini terlihat bahwa mafia proyek di Korlantas Polri sesungguhnya masih bercokol menjadi benalu bagi reformasi Polri," tegas Neta.

Pimpinan Polri berjanji akan mengecek dan mengevaluasi proyek pengadaan STNK 2013 senilai Rp 296 miliar yang sudah dimenangkan PT AI. Jika pun ada tuntutan hukum dari pemenang tender proyek TNKB diharapkan pimpinan Polri tidak perlu takut, mengingat pemenang tendernya adalah tersangka kasus korupsi Simulator SIM. Bila perlu pimpinan Polri segera menurunkan Ditipikor Polri untuk mengusut kasus ini, sebelum KPK turun lagi ke Korlantas Polri.

"Dengan adanya koreksi total dan pembatalan calon pemenang proyek TNKB ini, IPW berharap pimpinan Polri juga segera membasmi mafia proyek di Korlantas Polri. Pengawasan ketat terhadap Korlantas Polri sangat diperlukan mengingat proyek pengadaan masih cukup banyak, antara lain proyek SIM Rp 225 miliar, dan proyek BPKP Rp 251 miliar," demikian Neta.[dem]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Kesiapan Listrik dan Personel Siaga PLN Diapresiasi Warga

Sabtu, 10 Januari 2026 | 21:51

Megawati Minta Kader Gotong-Royong Bantu Sumatera

Sabtu, 10 Januari 2026 | 21:35

Muannas Peringatkan Pandji: Ibadah Salat Bukan Bahan Lelucon

Sabtu, 10 Januari 2026 | 21:28

Saksi Cabut dan Luruskan Keterangan Terkait Peran Tian Bahtiar

Sabtu, 10 Januari 2026 | 20:53

Rocky Gerung: Bagi Megawati Kemanusiaan Lebih Penting

Sabtu, 10 Januari 2026 | 20:40

Presiden Jerman: Kebijakan Trump Merusak Tatanan Dunia

Sabtu, 10 Januari 2026 | 19:53

Ostrakisme Demokrasi Athena Kuno: Kekuasaan Rakyat Tak Terbatas

Sabtu, 10 Januari 2026 | 19:31

Megawati Resmikan Pendirian Kantor Megawati Institute

Sabtu, 10 Januari 2026 | 18:53

Khamenei Peringatkan Trump: Penguasa Arogan Akan Digulingkan

Sabtu, 10 Januari 2026 | 18:06

NST 2026 Perkuat Seleksi Nasional SMA Kemala Taruna Bhayangkara

Sabtu, 10 Januari 2026 | 17:36

Selengkapnya