Berita

KORUPSI MIGAS

Akankah KPK Seret Pria Misterius yang Serahkan Dolar ke Rudi Rubiandini?

KAMIS, 21 NOVEMBER 2013 | 20:04 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Kasus suap menyuap di lingkungan SKK Migas yang menyeret Rudi Rubiandini menyenggol pihak lain. Adalah Devriadi yang membeberkan cerita soal pihak-pihak lain tersebut.

Devriadi merupakan pelatih golf dan teman Rudi. Dia ditangkap KPK setelah menyerahkan uang dari PT Kernel Oil Pte Ltd kepada Rudi pertengahan Agustus 2013 lalu. KPK menyebut peran Devriadi dalam kasus suap menyuap tersebut sebagai kurir.

Devriadi mengatakan ada pejabat penting di SKK Migas, bawahan Rudi, yang memerintahkan seseorang berinisial JCE agar menyerahkan uang kepada dirinya. Kepada Devriadi, JCE memberikan uang sebesar 600 ribu dolar Singapura di restoran Suharti. Uang pun diserahkan Devriadi kepada Rudi.


Siapakah JCE?

Disebutkan, JCE bukan pemain baru di sektor Migas. Dia seorang pengusaha keturunan yang sangat dekat dengan RP, pejabat terpenting BP Migas. Setelah BP Migas dibubarkan dan diganti menjadi SKK Migas, JCE bisa berhubungan dekat dengan Rudi melalui IR.
 
JCE punya bisnis yang sangat besar di lingkungan kontraktor production sharing (KPS). Bisnis ini sangat erat kaitannya dengan SKK Migas karena SKK Migas lah yang memberikan ijin perusahaan apa saja yang bisa mendapatkan proyek di lingkungan KPS.

Disebutkan juga, pejabat SKK Migas yang menyuruh JCE menyerahkan uang ke Devriadi berhubungan dekat dengan RP. Sang pejabat sejak lama dikenal luas di kalangan industri migas sebagai operatornya RP.

Dari cerita Devriadi siapa saja pihak lain yang terlibat terang benderang. Masalahnya, akankah KPK menyeretnya pria misterius yang menyerahkan uang ke Devriadi untuk Rudi itu ke persidangan? Melalui dialah, permainan kotor pejabat SKK Migas yang lain dan orang-orang bekas petinggi BP Migas bisa diproses. Sangat layak ditunggu dan ditagih ke KPK. [dem]
 

Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

UPDATE

KPK Panggil 13 Saksi Kasus Mantan Wamen Imipas Silmy Karim

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:22

Gugatan PT KSS, Ahli Nilai Keputusan Kemenhub Timbulkan Konsekuensi Hukum

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:21

Mengenal Taufik Hidayat, Lelaki Paling Kejam Abad Ini

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:12

Laporan HAM PBB Sebut Israel Sengaja Targetkan Anak-Anak Palestina

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:01

Jakarta 499 Tahun: Birokrasi Modern Belum Cukup Tanpa Perspektif HAM.

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:00

BKKBN: 8,1 Juta Keluarga di Indonesia Berisiko Stunting

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:41

Kisah Mantri Perempuan BRI Tempuh Pegunungan Toraja untuk Layani Nasabah di Wilayah 3T

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:29

Konbes–Munas NU Ploso Diwarnai Aksi Intimidasi dan Motif Kepentingan Pribadi

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:28

Prabowo Dianugerahi Lencana Emas Adi Bakti Tani-Nelayan Maha Utama

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:24

KPK Panggil Mulyono di Kasus Suap Bupati Muara Enim Edison

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:18

Selengkapnya