Berita

ilustrasi/net

JK Jelaskan Kejanggalan Century ke Penyidik KPK

KAMIS, 21 NOVEMBER 2013 | 16:23 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Tidak sampai dua jam lamanya Jusuf Kalla dimintai penjelasan oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait pengucuran dana Rp 6,7 triliun terhadap Bank Century.

"Materi pemiksaan sederhana saja, mengenai apa benar (Bank Century) gagal sistemik, dan tentang FPJP (Fasilitas Pendanaan Jangka Pendek)," kata JK, panggilan Jusuf Kalla, kepada wartawan usai memberi keterangan kepada penyidik di Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, sesaat lalu (Kamis, 21/11).

JK dimintai keterangan dalam kapasitasnya sebagai saksi untuk tersangka Budi Mulya. Saat Bank Century dibailout, JK menjabat Wakil Presiden yang bertanggungjawab untuk urusan ekonomi rezim pertama SBY.


"Saya tadi jelaskan juga kronologi rapat KSSK (Komite Stabilitas Sistim Keuangan)," imbuh JK.

Kepada penyidik, JK mengaku menjelaskan soal kejanggalan pengucuran bailout. Sore hari pada 20 November 2008, JK menggelar rapat bersama Menteri Keuangan Sri Mulyani, Gubernur Bank Indonesia Boediono dan beberapa menteri. Semua peserta rapat tak terkecuali Sri Mulyani dan Boediono sepakat dan menjelaskan kondisi ekonomi Indonesia tidak dalam situasi krisis, dan Bank Century bukan bank gagal berdampak sistemik.

"Tapi beberapa jam kemudian mereka rapat di Kementerian Keuangan, Subuhnya memutuskan ada bank gagal sistemik perlu diselamatkan. Saya tidak tahu ada rapat itu," tegas JK.

Keanehan lain yang disampaikan JK ke penyidik KPK adalah pembengkakan dana bailout hingga 10 kali lipat.

"Awalnya hanya Rp 632 miliar, tapi jadi Rp 6,7 triliun," demikian JK[dem]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

Sekjen MPR akan Evaluasi Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar 2026

Senin, 11 Mei 2026 | 18:17

UMKM Binaan Pertamina Catat Potensi Bisnis Rp10,6 Miliar di Inabuyer 2026

Senin, 11 Mei 2026 | 18:12

40 Ormas Tolak Berkas Kasus Ade Armando Cs Dilimpahkan ke Polda Metro

Senin, 11 Mei 2026 | 18:10

Bos PSI Jatim Bagus Panuntun "Puasa Bicara" Setelah 10 Jam Digarap KPK

Senin, 11 Mei 2026 | 18:09

MPR Minta Maaf soal Juri Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar Bikin Gaduh

Senin, 11 Mei 2026 | 17:43

PTC Bukukan Laba Rp152,9 Miliar di Tengah Fluktuasi Industri

Senin, 11 Mei 2026 | 17:43

Warga Sitaro Minta Proses Hukum Bupati Chyntia Kalangin Berjalan Adil

Senin, 11 Mei 2026 | 17:42

Bus Terguling di Tol Sergai, Empat Penumpang Tewas

Senin, 11 Mei 2026 | 17:33

Keberanian Siswi Koreksi Juri LCC Patut Diapresiasi

Senin, 11 Mei 2026 | 17:17

Bank Mandiri Pertegas Komitmen Akselerasi UMKM Naik Kelas di Ajang Inabuyer 2026

Senin, 11 Mei 2026 | 17:14

Selengkapnya