Berita

Politik

Pemberantasan Korupsi Harus dari Istana!

KAMIS, 21 NOVEMBER 2013 | 15:08 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Salah satu penyebab makin terpuruknya bangsa Indonesia karena praktik Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KKN) yang semakin merajalela. Praktik KKN terjadi di semua lini birokrasi baik di tingkat pusat maupun daerah.

Untuk mengatasi korupsi maka pemberantasan korupsi harus dari atas kemudian sampai ke bawah. Ibarat ikan yang busuk, kebusukannya mulai dari kepala kemudian menjalar ke badan.

Begitu disampaikan aktivis Gerakan Indonesia Bersih (GIB), Ahmad Kasino, di sela diskusi bertajuk pemberantasan korupsi di Jakarta, Kamis (21/11).


"KPK sebagai lembaga yang dipercaya publik, harus berani mengungkap kasus-kasus besar seperti kasus Century dan Hambalang. Ungkap semua keterlibatan aktor besarnya," kata Kasino menekankan.

Dicontohkan Kasiono, dalam kasus Hambalang KPK diantaranya perlu memeriksa Edhie Baskoro Yudhoyono yang disebut menerima uang haram dari Permai Group. Dalam catatan keuangan yang dibuat Yulianis, nama bungsu SBY itu tertulis menerima 900 ribu dolar AS dari Permai Group, yang merupakan perusahaan milik Nazaruddin.

"Dengan diperiksanya Ibas maka akan terang benderang apakah dia terlibat atau tidak," imbuh Kasino.

Sementara dalam dalam kasus Century, KPK harus berani mengambil insiastif untuk segera memeriksa Wakil Presiden Budiono, yang namanya disebut terlibat.

"Kalau pemberantasan Korupsi mulai dari atas maka akan ada efek jera sampai ke bawah. Dengan begitu KPK menjadi pelopor untuk menjadikan Indonesia bersih dari korupsi, kolusi dan nepotisme seperti amanat dan cita-cita reformasi," demikian Kasino, tokoh Gerakan Mahasiswa 1998.[dem]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

UPDATE

Konsep Pasar Modern Tak Harus Identik Bangunan Mewah

Selasa, 07 April 2026 | 04:15

Jangan cuma Israel, Preman Kampung di Purwakarta Juga Wajib Dikutuk

Selasa, 07 April 2026 | 04:04

Tukang Ojek Ditembak Penumpang, Motor Dibawa Kabur

Selasa, 07 April 2026 | 03:38

Subsidi BBM Bocor Rp7 Triliun Gegara Kemacetan Jakarta

Selasa, 07 April 2026 | 03:15

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Penumpang Dievakuasi 10 Bus

Selasa, 07 April 2026 | 03:00

Fahira Sodorkan Lima Strategi Pasar Tradisional Jadi Fondasi Jakarta Kota Global

Selasa, 07 April 2026 | 02:25

Waspada Politik Gunting dalam Lipatan di Lingkaran Istana

Selasa, 07 April 2026 | 02:11

Muslim Iran, Berjuanglah untuk Islam

Selasa, 07 April 2026 | 02:07

Viral Mobil Dinas di Kawasan Puncak, Pemprov DKI Minta Maaf

Selasa, 07 April 2026 | 01:36

Seruan Pemakzulan Prabowo Muncul dari Ketakutan Operasi Besar Berantas Korupsi

Selasa, 07 April 2026 | 01:12

Selengkapnya