Berita

Politik

KONVENSI RAKYAT

Gus Solah: Indonesia Butuh Pemimpin Berkarakter dan Kompeten

KAMIS, 21 NOVEMBER 2013 | 14:47 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Indonesia membutuhkan pemimpin nasional dengan tiga syarat utama, yaitu karakter yang bertumpu pada integritas, kemampuan atau kompetensi, dan tingkat keterpilihan. Konvensi Rakyat diharapkan bisa menampilkan tokoh-tokoh yang punya konsep dan kemampuan mengatasi berbagai masalah bangsa.

"Sayang sekali, kini tiga kriteria utama itu dikalahkan oleh kepentingan pragmatis. Lebih  banyak yang memaknai pemimpin dalam arti sempit, hanya fokus pada popularitas, akseptabilitas dan elektabilitas," ujar  Ketua Komite Konvensi Rakyat Salahuddin Wahid kepada wartawan di Jakarta, Kamis (21/11).

Menurut pengasuh Pondok Pesantren Tebu Ireng Jombang, Jawa Timur ini, untuk mengetahui karakter atau integritas, bisa dilihat pada rekam jejak si tokoh. Ternyata di Indonesia masyarakat cepat lupa terhadap rekam jejak seorang tokoh. Yang pernah mendapat hukuman pidana, mendapat kembali hak untuk dipilih lima tahun setelah selesai menjalani hukuman.


"Sedangkan untuk mengetahui kemampuan seseorang atau apa yang akan dilakukannya kalau terpilih menjadi pemimpin, biasanya si tokoh mensosialisasikan visi dan misinya. Dari sini kita bisa mengetahui pemahaman si calon terhadap berbagai masalah yang ada. Konvensi Rakyat berusaha menggali visi, misi, konsep, dan kemampuan calon presiden dalam memimpin Indonesia ke depan," katanya.

Tokoh yang akrab disapa Gus Solah ini berpendapat, ada sejumlah masalah utama yang membelit bangsa Indonesia. Di antaranya, penegakan hukum dengan titik berat pemberantasan korupsi, perbaikan birokrasi pemerintah, dan kebijakan ekonomi yang memperhatikan pemerataan dan prorakyat. Problem utama lainnya adalah terpenuhinya hak dasar rakyat Indonesia, seperti  ketersediaan dan keterjangkauan bahan makanan, hak belajar, hak atas pelayanan kesehatan, dan hak atas pekerjaan yang layak.

"Komite Konvensi Rakyat beranggapan politik terlalu penting untuk hanya diserahkan kepada partai politik dan para politisi saja. Oleh karenanya kita semua mesti peduli terhadap pemilihan umum, jangan golput atau tidak mau mencoblos dalam pemilu mendatang," ujar Gus Solah. [dem]

Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

UPDATE

Menhub Prioritas Program dan Anggaran untuk Tingkatkan Keselamatan Transportasi

Rabu, 24 Juni 2026 | 21:51

DPR Yakin Potongan Aplikasi 8 Persen Bikin Driver Makin Sejahtera

Rabu, 24 Juni 2026 | 21:48

Kuasa Hukum Pertanyakan Status Tersangka Raudi Akmal

Rabu, 24 Juni 2026 | 21:25

Nasib Ribuan Pekerja Moker Freeport Diadukan ke Kementerian HAM

Rabu, 24 Juni 2026 | 21:09

Gus Yaqut Dibantarkan ke Rumah Sakit Polri

Rabu, 24 Juni 2026 | 20:58

Dirjen Imigrasi Paparkan Tiga Pilar Penguatan Perbatasan Indonesia di Siem Reap

Rabu, 24 Juni 2026 | 20:29

Legislator Golkar Apresiasi Dividen PT Telkom Tertinggi

Rabu, 24 Juni 2026 | 20:15

Connie Minta Jokowi Diadili Terkait Kebijakan IKN

Rabu, 24 Juni 2026 | 20:12

Kuliner Potensi Perkuat Pariwisata di Kancah Internasional

Rabu, 24 Juni 2026 | 19:53

Harta Kekayaan Menperin Agus Gumiwang Naik 23,2 Persen, Utang Nyaris Rp100 Miliar

Rabu, 24 Juni 2026 | 19:51

Selengkapnya