Berita

Kompolnas Ingatkan LPSK Tidak "Selamatkan" Tersangka Perkosaan

RABU, 20 NOVEMBER 2013 | 17:58 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Perlindungan yang diberikan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) terhadap Sanusi Wiradinata, tersangka perkosaan di Polda Metro Jaya, mesti ditinjau ulang.

Komisioner Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Edi Hasibuan meminta Polda Metro Jaya tak berhenti melakukan proses hukum terhadap Sanusi sekalipun ia menjadi terlindung LPSK.

"Kalau polisi punya bukti-bukti dia (Sanusi) terlibat tindak kriminal, yah proses hukumnya harus dilanjutkan. Kalau dihentikan justru akan jadi pertanyaan,"kata Edi saat dihubungi wartawan, Rabu (20/11).


Edi mengatakan polisi tentu mengantongi bukti-bukti dalam menetapkan Sanusi sebagai tersangka. Untuk itu sudah seharusnya LPSK membiarkan dulu proses hukum kepada Sanusi berjalan hingga keluar vonis pengadilan karena dengan begitu kasusnya jadi jelas.

"Jangan sampai perlindungan LPSK mengaburkan masalah hukumnya," imbuhnya.

Lebih lanjut Edi menilai anggapan LPSK jadi tempat berlindung pelaku kejahatan wajar adanya apalagi perlindungan diberikan menggugurkan proses hukum yang mestinya dilakukan. Publik tentu masih ingat perlindungan LPSK terhadap Anggodo Widjojo, dan atas kasus tersebut akhirnya dua komisionernya, I Ketut Sudiharsa dan Myra Diarsi dipecat.

"Kami sarankan Polda Metro koordinasi denan LPSK," demikian Edi.[dem]


Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Konsep Pasar Modern Tak Harus Identik Bangunan Mewah

Selasa, 07 April 2026 | 04:15

Jangan cuma Israel, Preman Kampung di Purwakarta Juga Wajib Dikutuk

Selasa, 07 April 2026 | 04:04

Tukang Ojek Ditembak Penumpang, Motor Dibawa Kabur

Selasa, 07 April 2026 | 03:38

Subsidi BBM Bocor Rp7 Triliun Gegara Kemacetan Jakarta

Selasa, 07 April 2026 | 03:15

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Penumpang Dievakuasi 10 Bus

Selasa, 07 April 2026 | 03:00

Fahira Sodorkan Lima Strategi Pasar Tradisional Jadi Fondasi Jakarta Kota Global

Selasa, 07 April 2026 | 02:25

Waspada Politik Gunting dalam Lipatan di Lingkaran Istana

Selasa, 07 April 2026 | 02:11

Muslim Iran, Berjuanglah untuk Islam

Selasa, 07 April 2026 | 02:07

Viral Mobil Dinas di Kawasan Puncak, Pemprov DKI Minta Maaf

Selasa, 07 April 2026 | 01:36

Seruan Pemakzulan Prabowo Muncul dari Ketakutan Operasi Besar Berantas Korupsi

Selasa, 07 April 2026 | 01:12

Selengkapnya