Berita

foto: net

Dunia

Ada Opsi Memusnahkan Seribu Ton Senjata Kimia Suriah di Tengah Laut

RABU, 20 NOVEMBER 2013 | 12:47 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Setelah Albania menolak permintaan Amerika Serikat ntuk menjadi tuan rumah penghancuran senjata kimia milik Suriah, kini tengah dibahas kemungkinan penghancuran senjata kimia tersebut di tengah laut.

Diplomat Barat yang juga pejabat Organisasi Pelarangan Senjata Kimia (Organisation for the Prohibition of Chemical Weapons/OPCW) menyebut bahwa lembaganya tengah mempelajari dan mempertimbangkan kemungkinan pemusnahan senjata kimia di atas kapal di tengah laut. Namun pejabat OPCW tersebut menekankan bahwa saat ini belum ada keputusan final atas hal tersebut.

"Satu-satunya hal yang diketahui pada saat ini adalah bahwa pemusnahan dapat dilakukan dengan layak secara teknis," kata pejabat yang tidak disebutkan namanya pada Selasa (19/11), seperti dilaporkan Reuters.


Suriah setuju untuk memusnahkan dan menghentikan produksi senjata kimianya setelah Rusia membawa Amerika Serikat (AS) ke meja perundingan untuk menciptakan perdamaian di Suriah.

Dalam kesepakatan tersebut, Suriah sepakat senjata kimianya dimusnahkan melalui sejumlah tahap. Tahap awal adalah pelucutan gudang dan produksi senjata kimia di Suriah di bawah pengawasan internasional. Tahap ini selesai dilakukan pada akhir Oktober lalu.

Tahap selanjutnya adalah memusnahkan 1.000 ton senjata kimia yang telah diamankan dan akan berlangsung hingga batas waktu Juni 2014 mendatang. Pemusnahan dilakukan teknisi dan pakar dari sejumlah negara yang dilakukan di bawah pengawasan PBB dan OPCW. [ald]

Populer

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Kasi Intel-Pidsus Kejari Ponorogo Terseret Kasus Korupsi Bupati Sugiri

Rabu, 21 Januari 2026 | 14:15

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

Eggi Sudjana Kerjain Balik Jokowi

Selasa, 20 Januari 2026 | 15:27

Jokowi Sulit Mengelak dari Tuduhan Ijazah Palsu

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:15

UPDATE

Indeks Persepsi Korupsi RI Tetap Rendah, Padahal Rajin Nangkap Koruptor

Kamis, 22 Januari 2026 | 14:17

Adu Prospek Sesi II: BNBR-BRMS-BUMI, Mana yang Lebih Tangguh?

Kamis, 22 Januari 2026 | 14:11

Sandiaga Uno: Jangan Masuk Politik karena Uang

Kamis, 22 Januari 2026 | 14:06

Grup Bakrie Jadi Sorotan, Saham DEWA dan BRMS Pimpin Pergerakan di Sesi Siang

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:56

Angkot Uzur Tak Boleh Lagi Wara Wiri di Kota Bogor

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:53

BNBR Fluktuatif di Sesi I: Sempat Bertahan di Rp230, Kini Menguji Level Support Rp200

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:48

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Sufmi Dasco Tegaskan Pilpres Tetap Dipilih Rakyat Langsung

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:35

Ekspor Ekonomi Kreatif RI Catat Tren Positif

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:29

Aplikasi jadi Subsektor Tertinggi Investasi Ekonomi Kreatif

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:16

Selengkapnya